Berita

Politik

Lebih Ekstrim Lagi, Relawan Sadar Kampanyekan Gerakan Asal Bukan Jokowi

SABTU, 14 APRIL 2018 | 07:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menjelang Pilpres 2019, kampanye hashtag atau tanda pagar (tagar) #2019PresidenBaru dan #2019GantiPresiden semakin masif. Kini, sosialisasi untuk melawan petahana Joko Widodo lebih ekstrim lagi.

Adalah Komunitas Relawan Sadar (KORSA) yang akan masifkan kampanye presiden baru dan ganti presiden menjadi gerakan asal bukan Jokowi (#2019AsalBukanJokowi).

Kordinator KORSA Amirullah Hidayat mengatakan gerakan 2019 presiden baru dan 2019 ganti presiden adalah suatu bukti ungkapan jeritan rakyat yang sudah muak dengan tindakan dan kebijakan rezim saat ini. Akibat kebijakan dan tindakan pemerintahan kehidupan rakyat menderita, kedaulatan negara tergadai.


"Maka kami akan masifkan gerakan ini menjadi Gerakan Asal Bukan Jokowi. Dengan gerakan ini nantinya siapa pun lawan Jokowi dalam Pilpres akan mudah mengalahkan Jokowi walaupun seandainya berhadapan dengan kotak kosong," ujar Amirullah.

KORSA akan mensosialisasikan Gerakan Asal Bukan Jokowi karena mereka menilai kalau rakyat mau sejahtera dan negeri bermartabat tidak ada pilihan lain, wajib kalahkan Jokowi. Sebab bila Jokowi dibiarkan memimpin negara ini dua periode sungguh akan berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara.

"Maka kami akan bergerak memasifkan Gerakan Asal Bukan Jokowi ini di tengah tengah rakyat. Kami yakin dengan gerakan ini cita-cita mengalahkan Jokowi dalam Pilpres 2019 akan membesar dari Sabang sampai Marueke, kami yakin Jokowi pasti gagal melanjutkan dua periode," papar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Ditambahkan Amirullah, hasil kajian KORSA gerakan Asal Bukan Jokowi adalah hak konstitusional seorang warga negara sehingga bukan sebagai pelanggaran hukum. Tetapi pihaknya siap menanggung segala resiko jika rezim Jokowi memaksakan ini sebagai suatu gerakan elanggaran hukum.

"Resiko ini kami ambil untuk menembua kesalahan masa lalu karena menjadi relawan dan terlibat dalam menaikkan Jokowi menjadi Presiden pada Pilres 2014," demikian Amirullah Hidayat. [rus]

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya