Berita

Politik

Dulu Rapopo, Kok Sekarang Sewot

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 18:08 WIB | LAPORAN:

. Gerakan #GantiPresiden2019 secara hukum sah. Gerakan ini sama halnya dengan pendukung Jokowi yang menginginkan sang junjungan memimpin Indonesia dua periode.

"Dalam prespektif hukum, tagar ganti presiden sah secara konstitusional, sama halnya mereka yang ingin Jokowi dua periode. Mengapa boleh berkoar presiden dua periode, terus kita bikin tagar ganti presiden kok sewot? Nggak boleh dong, ini kan demokrasi," ujar advokat yang kini menjadi Penasihat Presidium Alumni 212 Eggi Sudjana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/4).

Dia tegaskan dalam perspektif hukum kontetasi adalah hak. Hak untuk memilih atau dipilih.


"Kalaupun saya nggak milih dia, bahkan saya anti dia boleh juga. Sepanjang koridor hukum tidak anarkis. Di dalam prespektif hukum itu clear sudah, bahwa tagar ganti presiden sah," lanjutnya.

Menurut Eggi, kesewotan Jokowi justru menunjukan Jokowi panik menghadapi realitas politik bahwa banyak masyarakat yang meninginkan Jokowi diganti.

"Jadi sikap reaktifnya itu, itu bahasa hati nurani yang terdalam diungkap bahwa dia panik. Banyak pengen diganti, sementara orang pengennya dua periode dari kelompok dia kok ternyata banyak yang pengen ganti dia. Itu bahasa kepanikannya secara politik," papar Eggi.

"Apalagi Jokowi biasanya nggak gitu kan. Dia biasanya kan rapopo, santai. Kok sekarang ngamuk-ngamuk gitu, juga logikanya gak masuk dengan mengatakan 'memang yang bisa ganti presiden kaos, kan yang ganti presiden rakyat?'. Nah Jokowi lupa yang pakai kaos siapa, kan rakyat. Di situ dia panik, ngggak logis, itu bentuk ketakutannya," tutup Eggi.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya