Berita

Politik

Pemerintah Galau Dan Takut Kritik!

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 17:04 WIB | LAPORAN:

Kehidupan demokrasi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo belum berjalan baik. Saat masyarakat melakukan kritik, pemerintah maupun pendukungnya malah menganggap sebagai oposan atau orang-orang yang berasal dari lingkaran oposisi.

"Ketika kita melakukan kritik kita dibilang oposan. Harusnya sebagai penguasa bisa membedakan kalau ini kritik untuk kepentingan rakyat, ini sekedar kritik untuk kepentingan politik," kata Direktur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD), Agus Rihat Manalu dalam diskusi bertajuk 'Kritik di Tahun Politik' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/4).

Alih-alih membedakan kritik demi kepentingan rakyat kecil atau bukan, pemerintah yang seakan gerah dengan banyaknya krtitikan malah membuat regulasi yang bertujuan untuk membungkam aktivis.


"Kita kritisi, dibuatlah instrumen hukum yang diduga sebagai upaya untuk membungkam rakyat. ITE, UU MD3. Lo mau ngomong apa kena. Ini luar biasa ngeri untuk para aktivis," sesalnya.

Aturan tersebut menurut dia merupakan bentuk nyata dari ketakutan pemerintah.

"Pemerintah kita sedang galau, ketakutan, kalau dikritisi dianggap menyerang dan dari kelompok sebelah. Padahal kami tidak tahu sebelah mana dimaksud. Harapan kita adalah kembalikan kebebasan kami dalam menyampaikan pendapat sehingga negara bisa menjalankan amanahnya dengan sebagaimana mestinya," pungkasnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya