Berita

Politik

Prabowo Nyapres, Golkar: Hasil Tak Akan Jauh Berbeda Dari Pilpres 2014

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 16:26 WIB | LAPORAN:

. Partai Golkar mengapresiasi langkah Partai Gerindra deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres). Beringin menyebut langkah partai berlambang kepala burung garuda mengusung Prabowo merupakan langkah yang sangat logis.

"Kita semua menghormati apapun langkah politik yang diambil oleh pak Prabowo, termasuk dalam mencalonkan dirinya kembali sebagai calon presiden pada pilpres 2019," kata Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/4).

Bagi Golkar, kata Doli, majunya Prabowo tidak akan merubah peta politik partai dalam negeri. Bahkan, menurut dia, kembali majunya Prabowo tidak akan banyak merubah kontestasi politik Pemilu 2019. Dikatakannya bisa saja kontestan yang mengikuti ajang pesta rakyat lima tahunan itu akan seperti Pemilu 2014 lalu. Dimana saat itu hanya ada dua pasangan calon.


"Head to head Prabowo vs Jokowi bukan lagi hal baru bagi rakyat Indonesia. Yang berbeda adalah kalau dulu partai pendukung pak Jokowi cuma PDIP, Nasdem, Hanura, dan PKB, dan pendukung pak Prabowo adalah Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB, namun sekarang dalam konteks Pilpres pak Jokowi sementara baru didukung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP dan pak Prabowo sementara didukung oleh Gerindra dan PKS," jelasnya.

Yang harus dicatat, menurut dia, Golkar bersama PPP dan sebenarnya juga PAN menyatakan bergabung bersama partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Kebersamaan partai-partai pendukung pemerintah pun sejauh ini cukup solid karena telah menghasilkan produk-produk politik yang saling mensinergikan.

Ditekankannya jika nanti hanya ada dua Capres, yakni Jokowi dan Prabowo, tidak menutup kemungkinan dinamika politiknya tak akan jauh beda dengan Pilpres tahun 2014. Bahkan hasilnya pun kata dia sudah bisa diprediksi.

"Terjadinya kembali pertarungan antara Generasi 60-an dengan Generasi 40-an yang tinggal hanya diwakili oleh pak Prabowo, yang pada tahun 2014 sudah pernah dikalahkan oleh Jokowi," imbuhnya.

"Jadi bagi Golkar majunya pak Prabowo adalah sesuatu yang wajar saja dan tidak akan berpengaruh banyak terhadap peta dukungan partai politik, apalagi terhadap soliditas partai politik pendukung pak Jokowi," lanjutnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya