Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Tersandera PKS

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 11:33 WIB | LAPORAN:

Deklarasi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tidak terlepas dari dukungan PKS.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Adi Prayitno menilai, dukungan membuat Prabowo tersandera dengan PKS yang akan menjadi mitra koalisi.

Sebab sembilan nama capres/cawapres yang diusung PKS memiliki elektabilitas rendah.


"Problemnya, sembilan nama internal yang diusung PKS elektabilitasnya sangat rendah di bawah standar. Dalam waktu yang cukup sempit menderek elektabilitas cawapres PKS sangat sulit tentunya," ujar Adi kepada kantor berita politik RMOL, Jumat, (13/4).

Hal lain yang membuat Prabowo tersandera yakni ambang batas pencalonan presiden.

Gerindra memiliki 73 kursi butuh 39 kursi untuk bisa mengusung calonnya. Adapun partai yang memenuhi kuota tersebut hanya PAN, PKB, PKS dan Partai Demokrat. Sisanya sudah menyatakan mendukung Jokowi sebagai capres 2019.

"Jadi nasib penceprasan Prabowo sangat ditentukan oleh PKS untuk memenuhi 20 persen ambang batas pencapresan," ujar Adi.

Lebih lanjut, Adi menilai untuk mensiasati kemenangan Prabowo, PKS harus mampu menarik sosok lain, yang muncul dipermukaan. Seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan atau Tuan Guru Bajang M. Zainul Majdi.

Menurut Adi ketiga sosok tersebut memiliki elektabilitas yang memumpuni dibanding sembilan nama kader PKS
 
"Tiga toloh eksternal ini elektabilitasnya relatif leading, yang penting tiga tokoh eksternal ini bisa menyuntik elektoral untuk PKS 2019. Itu strategi dua kaki sekarang," tutupnya. [nes]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya