Berita

Masinton Pasaribu/RMOL

Politik

Komisi III Tindaklanjuti 'Kuda Troya' KPK Aris Budiman

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 03:35 WIB | LAPORAN:

. Penyataan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Aris Budiman yang menyebutkan dirinya merupakan kuda troya KPK bagi oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi, bukanlah hal baru.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4).

"Bahkan juga dalam pansus KPK, Aris Budiman menyampaikan ada pengelompokan di dalam (KPK). Ada geng istilahnya," ujar Masinton.


Politisi PDI Perjuangan ini pun memastikan munculnya kembali "kuda troya" KPK ini akan segera diusut. Untuk itu, Komisi III bersiap menjadwalkan pemanggilan KPK dan Arif Budiman.

"Kami nanti akan memilah-milah. Tentu nanti akan dipanggil, baik Aris Budiman-nya, dan pihak-pihak yang berkonflik," tukasnya.

Sebelumnya, Aris mengungkapkan kekecewaan terhadap internal KPK mengenai surat elektronik atau email dari internal lembaga antirasuah yang diterimanya.

Menurutnya, email tersebut terkait dengan proses perekrutan penyidik. Setelah melihat isi email itu, Aris mengaku kecewa lantaran dalam email tersebut dinyatakan bahwa salah seorang Kasatgas yang akan kembali ke KPK justru dituduh sebagai 'kuda troya', yang sering diartikan sebagai penyusup atau 'musuh dalam selimut'.

Tidak nyaman dengan stigma tersebut, Aris kemudian membalas email tersebut dengan menyatakan dirinya sebagai 'kuda troya' bagi oknum yang sok suci di KPK.

Aris sendiri menyadari pernyataan tersebut berisiko terhadap dirinya, namun dirinya ingin kekecewaan terhadap internal KPK bisa diketahui masyarakat.

"Anda bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko hukum bagi saya," kata Aris di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (6/4). [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya