Berita

Advertorial

Rehabilitasi Irigasi Ramonia Tingkatkan Intensitas Tanam Petani Deli Serdang

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 00:25 WIB | LAPORAN:

. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merehabilitasi jaringan irigasi Ramonia sepanjang 3.713 meter di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Rehabilitasi jaringan irigasi bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi irigasi sehingga intensitas tanam bisa meningkat dari 130 persen menjadi 200 persen.

Jaringan irigasi Ramonia merupakan bagian dari Daerah Irigasi Sei Ular seluas 18.500 hektare. Rehabilitasi diantaranya berupa perbaikan saluran sekunder dengan beton pracetak, satu jembatan dan tiga bangunan sadap.

Rehabilitasi dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kontrak pelaksanaan pekerjaan sudah ditandatangani oleh penyedia jasa pada 12 Januari 2018 sebesar Rp 15,159 miliar.


"Ditargetkan proyek tersebut dapat rampung secara menyeluruh pada Oktober 2018," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu seperti keterangan tertulis, Kamis (12/4).

Di Kabupaten Serdang Bedagai, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan Bendung Sei. Padang. Kehadiran bendung ini akan meningkatkan suplai air irigasi secara kontinu bagi tiga Daerah Irigasi yakni Paya Lombang, Langgau dan Bajayu.

Dengan adanya pasokan air maka luas areal tanam padi ikut meningkat dari 8300 hektar per tahun dengan intensitas tanam 110 persen menjadi 15.116 Ha per tahun dengan intensitas tanam 200 persen.

"Bendung ini untuk irigasi, dimana dari tiga daerah irigasi sederhana, kita jadikan satu hamparan sistem irigasi teknis dengan suplai air melalui Bendung Sei Padang," jelas Menteri PUPR Basuki.

Bendung Sei Padang merupakan tipe bendung gerak yang dibangun sejak tahun 2014 dan selesai November 2017 dengan biaya Rp 234,6 miliar

Sementara itu Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA Kementerian PUPR Mochamad Mazid mengatakan program rehabilitasi jaringan irigasi pada tahun 2018, selain menggunakan anggaran dari APBN dan pinjaman bilateral, sumber pendanaan baru yang tengah dijajaki yaitu melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk membiayai 15 paket pekerjaan Daerah Irigasi (DI) dan Rawa termasuk DI Sei Ular.

Hal ini dilakukan agar proses pembangunan infrastruktur irigasi dan rawa bisa semakin cepat dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.

Selain tantangan membangun jaringan irigasi baru, dikatakan Mazid permasalahan pengelolaan sistem irigasi juga menjadi tantangan tersendiri seiring dengan meningkatnya kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan pemenuhan air bagi masyarakat.

Untuk itu dikatakan Mazid diperlukan kebijakan mengenai modernisasi irigasi yang dikembangkan melalui lima aspek, diantaranya tingkat keandalan suplai air, keandalan jaringan irigasi, manajemen air, sistem kelembagaan dan sumber daya manusia.

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air secara nasional, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan satu juta hektar irigasi baru dan merehabilitasi tiga juta hektar jaringan irigasi yang rusak mulai tahun 2015 hingga 2019 mendatang. [rus/***]

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya