Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pola Pikir Instan

RABU, 11 APRIL 2018 | 16:14 WIB

BENAR apa yang disampaikan Bung Karno, "Bangunlah dunia di mana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."

Untuk memahami kata-kata BK tidak boleh terburu-buru. Apalagi konteksnya bermodus ditujukan pada pejuang yang dianggap pemberontak oleh rezim. Maka, kata-kata BK di atas semakin jauh dari konteks.

Janganlah gagal berpikir. Ketahuilah apa yang disampaikan BK adalah sebuah acuan yang harus dipikirkan landasannya untuk bisa mencapai hingga tahap hidup damai dan bersaudara. Landasannya lah yang harus dipikirkan untuk mencapai hidup damai dan persaudaraan.


Terkadang dituntut sebuah proses seperti apa yang ditempuh Imam Husein di Karbala sebagai landasan untuk mencapai hidup ideal.

Ketenangan dan persaudaraan bukanlah barang murah untuk saat ini. Ada pihak-pihak tertentu yang ketenangan mereka didapatkan dari adu domba. Setidaknya mereka punya anggapan demikian, meski pada faktanya tidak ada sedikit pun ketenangan yang didapatkan. Hanya
semata-mata ketenangan ilusi.



Naif sekali bila pola pikir instan tetap dipertahankan, maka Imam Husein sa pun akan dibilang pemberontak.

Pola pikir instan itu hanya berpikir output tanpa dipikir landasan dan prosesnya. Itulah fakta sejarah yang terulang sehingga pembela kebenaran yang dijamin kekuatan langit pun harus dibilang pemberontak.

Padahal sangatlah jelas misi Imam Husein sa, yaitu ammar maaruf wa nahi munkar (memerintahkan kebajikan dan menolak kemungkaran).

Apakah kita mau mengulangi sejarah?

Konklusinya, hidup dalam kedamaian dan persaudaraan tak akan terwujud tanpa keadilan. Damai itu indah tapi keadilan jauh lebih indah. [***]

Alireza Alatas
Pembela ulama dan NKRI, aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (SILABNA).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya