Berita

Foto/Net

Politik

Yang Kontra, Nuding Kampanye Yang Pro, Nanya Emang Salah?

Viral Pembagian Sertipikat Diselipkan Foto Jokowi
RABU, 11 APRIL 2018 | 10:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 3.063 sertipikat tanah kepada warga di Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (7/4) lalu viral di media sosial. Hebohnya bukan karena jumlah sertipikatnya, tetapi karena dalam ser­tipikat itu diselipkan foto Jokowi. Program bagi-bagi sertipikat tanah ini dikenal dengan program prona.

Deputi Protokol Pers dan Media Setpres, Bey Machmudin mengatakan, keberadaan poster atau foto Jokowi dalam selipan berkas sertipikat tanah warga sudah lama terjadi. "Sudah lama itu," ucap Bey.

Bey juga menegaskan, foto Jokowi yang diselipkan di sertipikat tanah tidak ada hubun­gannya dengan kepentingan Presiden secara pribadi. Dia meyakinkan, keberadaan poster itu tidak ada kaitannya dengan kampanye.


"Tidak ada urusan dengan tahun politik," tegas Bey.

Meski Bey membantah foto yang diselip­kan di dalam sertipikat tanah tidak ada unsur kampanye, tidak membuat netizen percaya. Warga yang memberikan komentar menuduh apa yang dilaku­kan Jokowi masuk dalam kategori curi start kampanye.

User dengan nama Dodo Sumawijaya meng­takan, pembagian sertipikat kampanye kecil-kecilan. "Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Bagi bagi sertifikat, sambil "kampanye kecil kecilan."

"Nyuri Start Kampanye ye. Takut Kalah," timpal user Teuku Iswadi Dewantara.

"Sambil kampanye pilpres, Terselubung!." sambung user Moko Dion Asmara. Akun Denisodikin Almustanir @Dalmustanir juga sama, "Curi start kampanye."

Zulfanuddin Rokan,SS mengatakan, Itu dia, Curi start tuk 2019, yang dibagikan ser­tifikat, foto ditempel di sampulnya, apa itu namanya?

Komentar pedas juga ramai di laman twitter. Akun Bintang Joe @BintangJoe1 menuturkan, apa yang dilakukan Jokowi sekalian kampanye ni tidak berpengaruh sebagian yang mendapat­kan seritifikat saya yakin dalam hati kecilnya tidak puas dengan pemimpin sekarang.

Akun Elvis Van Bencoolen @IskandarElvis malah mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menghiraukan foto yang ada. "Ambil sertipikatnya, lupakan fotonya."

Akun @kaankahfi lebih monohok dalam mengkritik. Dia menduga pelanggaran karena memakai uang rakyat untuk kepentingan prib­adi. "Pelanggaran berat neh! Pake uang rakyat buat ngibulin rakyat! Membuat rakyat takut pula pada sertifikatnya karena ada foto."

User Ajwar Nasoeseasion mengatakan, "Kalau mau simpan foto di album, di facebook juga bisa bukannya di sertifikat. Itukan dokumen resmi. macam gak ada aja tempat lain."

"Tandanya gak ikhlas, berharap pamrih. Padahal itu sudah tugas negara," kata user Rubik123, yang ditimpali user Tri Purnomo yang mengaku heran. Sebab, sejak jaman Pak harto sudah ada Prona, dan gak ada yang menyelipkan foto. Yang bagi pun selevel kepala desa.

Tidak mau ketinggalan, user Diio Arisca mengatakan, kebijakan yang menyelipkan foto sebagai salah satu trik untuk mempertahankan jabatan sehingga apapun akan dilakukan.

Kekecewan bukan hanya datang dari kalangan yang oposisi, user Nugroho J K Suryokusumo yang mengaku pendukung Jokowi juga malu karena menyelipkan foto termasuk dalam kampanye. "Saya pendukung jokowi 2 periode. Cuman jujur aja ya. Ini menurut saya termasuk curi start kampanye. Cuman saya curiga, ini kelakuan bawahannya yang tim sukses, Jokowi sendiri saya rasa nggak tau," dia menduga.

Akun antoksd @dart1055 menuturkan kalau orang baik sih selalu diingat dan dikenang, gak usah pake foto, kayak kemaren rakyatnya ditanya sok pede, ternyata rakyatnya aja gak kenal. Akun Skakmat@Jurukunci ikut me­nyindir. "Wah! apa boleh sertifikat tanah ada foto orang yang membagikan selain gambar garuda, apa ini model baru berangkali," tanya tapi menyindir

Berdeda dengan yang lain, akun Sukirman dzul jalali @DzulSukirman tidak memper­masalahkan. "Kok ribut, anggap aja, itu tanda, bahwa sertifikat ini ada pada saat jaman pak JK," katanya.

Bahkan, akun Syah Putra Andi @SyahPutraAndi3 apa yang dilakukan Jokowi tidak ada yang salah dan tidak ada yang dilanggar. "Lah. Emang salah ya. kalo ada fotonya pak Jokowi," dukungnya.

Berikutnya, akun syakirin manik @ Syakirin_manik menggap wajar ada foto Jokowi. "Harus ada foto biar warga mengenal wajah pak Jokowi," katanya. ***

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya