Berita

Foto/RMOL

Politik

Menteri Nasir: Anggaran Penelitian Di Kemenristekdikti Tidak Terlalu Besar

RABU, 11 APRIL 2018 | 01:55 WIB | LAPORAN:

. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir buka suara soal kekecewaan Presiden Joko Widodo yang menyebut anggaran penelitian sudah tinggi tapi tidak ada hasil.

"Kalau dialokasikan di Kemenristekdikti itu tidak terlalu besar," ujar Nasir di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Nasir menjelaskan bahwa untuk Kemenristekdikti saja tidak lebih dari Rp 2,3 triliun. Itupun masih terbagi pada beberapa bidang.


"Anggaran Kemenristekdikti hanya untuk fungsi riset itu Rp 500-an miliar, lalu ada utuk pendidikan Rp 1.8 triliun. Jadi kalau ditotal 2.3 trilun," ungkapnya.

Meski begitu, Nasir mengakui bahwa apa yang dikatakan Presiden Jokowi merupakan satu peringatan bahwa seluruh jajaran kabinet yang membidangi riset dan penelitian untuk betul-betul serius bekerja.

"Pak Jokowi memberikan peringatan kepada kita, biaya yang dikeluarkan hasilnya mana? Ibaratnya kan begitu," demikian Nasir.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kegiatan penelitian di setiap kementerian yang tidak membuahkan hasil maksimal atau terlihat publik.

Jokowi menyebut anggaran penelitian ataupun riset di setiap kementerian telah dialokasikan, dan jika dikumpulkan anggaran itu mencapai Rp 24,9 triliun

"Ini bisa didesain, ada strategi besarnya yang mau diteliti apa? Golnya apa? Misalnya urusan durian, sebelum penelitian seperti ini, setelah keluar sekian miliar (uang penelitian) duriannya jadi seperti ini‎," ujar Jokowi dalam rapat kabinet, Senin kemarin.

"Jadi jelas, bukan penelitian untuk peneliti, apa hasilnya Rp 24,9 triliun? Saya tanya?" sambung Kepala Negara. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya