Berita

Politik

Program Nasional Anti Stunting Segera Dideklarasikan

SELASA, 10 APRIL 2018 | 23:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo akan mendeklarasikan program nasional anti stunting. Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Kepala Staf Presiden Jenderal (purn) TNI Moeldoko menyebut bahwa Indonesia masih merupakan negara dengan status gizi buruk dari World Health Organization (WHO). Tercatat, 7,8 juta dari 23 juta balita menderita stunting.

“Presiden akan mendeklarasikan menjadi program nasional. Nantinya para menteri akan turun ke posyandu-posyandu untuk ikut menggerakkan. Dalam bulan ini harus sudah mulai,” ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (10/4).


Guna menekan angka masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang ini, pemerintah juga telah menetapkan 100 kabupaten untuk mendapatkan penanganan prioritas stunting.

"Prioritas awal di 100 kabupaten," lanjutnya.

Mantan panglima TNI itu menjelaskan bahwa kasus-kasus stunting tidak hanya terjadi di wilayah-wilayah pelosok tanah air. Bahkan, di Pulau Jawa pun, angka stunting masih tergolong tinggi.

“Diharapkan, koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait dapat segera dilakukan. Pasalnya, banyak sektor yang terkait dengan penanganan stunting, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, gizi dan pangan, hingga infrastruktur,” tukasnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf juga menyebut stunting sebagai masalah yang harus diselesaikan bersama, sehingga semua pihak harus ikut serta dalam menangani kasus ini.

Kata dia, pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan dalam menanganinya karena tanpa keinginan yang kuat dari pemerintah daerah sulit menurunkan angka stunting.

Kendati begitu, Dede mengakui penanganan kasus stunting cukup baik, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terbukti angka stunting mengalami kemajuan yang signifikan.

"Angka stunting dari 32 persen turun menjadi 27 persen, mudah-mudahan bisa turun lagi," harapnya. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya