Berita

Sembako Jokowi/Net

Politik

SBY Hanya Bagi-Bagi Sembako Untuk Korban Bencana

Menanggapi Pernyataan Kepala Kantor Presiden
SELASA, 10 APRIL 2018 | 20:47 WIB | OLEH:

ANGGOTA Bawaslu RI, Rahmat Bagja meminta Presiden Joko Widodo menghentikan program bagi-bagi sembako saat kunjungan kerja ke daerah.

Hal itu untuk menghindari anggapan bahwa pembagian sembako yang dilakukan merupakan upaya kampanye menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Demikian Anggota bawaslu menyampaikan dan ditanggapi oleh Kepala Kantor Staff Presiden Jend TNI ( Purn) Moeldoko sebagaimana yang dikutip dan ditulis beberapa media online dengan menyatakan bahwa pembagian sembako sudah dilakukan sejak pemerintahan sebelumnya. Biaya sembako masuk dalam anggaran bantuan presiden.


Kami sangat menyesalkan dan menyayangkan pernyataan pak Moeldoko tersebut dan terkesan membenarkan diri dengan menjadikan pemerintahan sebelumnya sebagai alibi atau pembenaran.

Padahal, pemerintahan SBY selama 10 tahun, tidak pernah melakukan hal sebagaimana yang terjadi sekarang. SBY selama pemerintahannya hanya membagi-bagi sembako kepada korban bencana saat kunjungan. Tidak pernah membagi-bagi sembako dalam setiap kunjungannya.

Kenapa demikian, karena program tersebut tidak akan adil karena tidak semua warga negara bisa mendapat paket sembako. Sehingga pak SBY membuat program yang adil dan merata bagi rakyat, yaitu program bantuan yang masuk dalam APBN dan disetujui oleh DPR seperti Subsidi BBM, Gas, Pupuk untuk petani, Bibit Ikan untuk nelayan, BPJS, BLT, PKH, KUR, PNPM, BOS dan Beasiswa serta program-program lainnya yang langsung bersentuhan dengan rakyat yang membutuhkannya.

Jadi kami sangat menyayangkan dan menyesalkan pernyataan Moeldoko. Kami membantah pernyataan tersebut karena tidak sesuai dengan fakta.

Faktanya adalah, SBY selama selama 10 tahun menjadi presiden tidak pernah bagi-bagi sembako kecuali kepada korban bencana. Semua bantuan untuk rakyat masuk dalam program resmi dan berlaku secara nasional. Tidak hanya sebagian atau lokal. [***]

Penulis adalah Kadivkum DPP Partai Demokrat sekaligus Jubir Partai Demokrat


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya