Berita

Kaos #2019GantiPresiden/Net

Politik

Kecewa Dukung Jokowi, Prodem Siapkan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden

SELASA, 10 APRIL 2018 | 19:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tengah mempersiapkan “Gerakan Sejuta Kaos” untuk menghentikan laju Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Kaos yang diproduksi adalah kaos bertanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden

"Kita sedang mempersiapkan ‘Gerakan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden’ sebagai gerakan politik untuk menghentikan Jokowi menjadi presiden lagi," ujar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Prodem Syafti 'Ucok' Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/4).

Gerakan ini merupakan bentuk kekecewaan aktivis Prodem yang sebelumnya mendukung Joko Widodo. Mereka melakukan tobat nasuha setelah Jokowi mengingkari janji-janji politik.


“Bahkan Jokowi telah membuat kondisi ekonomi rakyat semakin terpuruk,” tukasnya.

Pada petengahan Maret lalu, para aktivis Prodem menjadikan Silang Monas depan Istana Negara sebagai lokasi tobat nasuha. Mereka berkumpul dan menyampaikan penyesalan mereka karena pernah mendukung Jokowi sebagai Presiden RI.

Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman pada pemerintahan Jokowi. Antara lain berbunyi, "Bersihkan NKRI dari Antek-antek Neolib", "Lindungi Buruh Indonesia, Stop Buruh Asing", juga "Hapus UU ITE, UU MD3, UU Ormas".

Spanduk lain bertuliskan "Tolak UU Produk Haram Demokrasi" dan "Trisakti dan Nawacita Omong Kosong".

"Tinggal satu tahun lagi. 2019 kita akan menyongsong presiden baru. Dari semua janji-janji Jokowi adalah janji-janji palsu," ujar Agus “Lenon” Edy Santoso yang menjadi orator dalam aksi itu. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya