Berita

Politik

Pasokan Sulit, Petani Bawang Putih Ngeluh Ke DPR

SELASA, 10 APRIL 2018 | 18:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Belasan pedagang yang tergabung dalam perhimpunan pedagang bawang putih mendatangi Komisi IV DPR, Selasa (10/4). Mereka mengadu soal kelangkaan bawang putih sejak beberapa waktu belakangan ini.

Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi.

Kepada Viva Yoga, perwakilan pedagang bawang putih, Khairul menjelaskan bahwa saat ini para pedagang kesulitan mendapatkan stok bawang putih di pasaran. Kalaupun ada jumlahnya sedikit dan mahal.


"Ini sangat memberatkan para pedagang," keluhnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dia meminta DPR mendesak pemerintah untuk mengendalikan stok penjualan bawang putih. Sebab, saat ini stok bawang putih dikendalikan oleh para importir.

"Bawang yang beredar saat ini kebanyakan adalah bawang putih impor yang berasal dari China, sementara bawang putih lokal yang ada tidak layak dijual," tegasnya.

Menanggapi keluhan itu, Viva Yoga menyebut bahwa pasar bawang putih memiliki sistem pasar oligopoli, sehingga memungkinkan ada celah bagi sekelompok orang untuk memainkan harga dan pasokan bawang putih di pasaran.

Ia bahkan tidak menampik jika ada permainan kartel yang melatari kenaikan harga tersebut.

"Potensi permainan kartel pasti ada. Pasar oligopoli pasar yang dikendalikan beberapa orang dalam rangka mengendalikan harga dan pasokan potensi kartelisasi itu ada,“ katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah memastikan tidak ada praktik-praktik curang yang dilakukan para kartel. Sebab hanya dengan cara itu, para pedagang tidak terus-terusan merugi.

"Jadi tugas dari pemerintah itu jangan sampai ada kartel itu bertentangan dengan UU," kata politisi PAN itu. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya