Berita

Saut Situmorang/Net

Politik

Saut Situmorang: TGPF Kasus Novel Bakal Percuma

SABTU, 07 APRIL 2018 | 00:05 WIB | LAPORAN:

Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menemukan siapa pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak perlu dilakukan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menilai bahwa pembentukan itu akan sia-sia. Baginya yang terpenting saat ini adalah menemukan fakta siapa pelaku penyerangan yang sebenarnya, bukan pembentukan tim pencari fakta tersebut.

"Bikin tim banyak percuma. Kalau orang dan faktanya nggak ketemu, ya nggak ada hasil. Yang paling penting ketemu fakta dan bawa orang jahat itu," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4).


Namun demikian, Saut menegaskan bahwa pernyataannya itu sebatas pandangan subjektif dan bukan mewakili institusi KPK.

"Itu pikiran saya loh. Ya jadi mungkin saya bisa salah (soal tidak perlu bentuk TGPF)," tukasnya.

Hingga saat ini, pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan masih belum berhasil diungkap. Sejumlah pihak menilai bahwa TPGF kasus Novel merupakan jalan keluar untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.

Sementara itu, Novel Baswedan masih terus menjalani pengobatan untuk menyembuhkan mata kirinya yang terluka parah akibat siraman air keras. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya