Berita

Foto : Kemnaker

Pemerintah Tingkatkan Kemampuan SDM Untuk Kelola Hasil Pertanian

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 18:37 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Pemerintah terus berupaya memperbaiki kebijakan pertanian agar mampu mengelola hasil-hasil pertanian secara lebih produktif. Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian terus ditingkatkan.

Meski dikenal sebagai masyarakat agraris dan negara penghasil produk-produk pertanian berlimpah dengan beragam buah dan sayur-mayur, namun keberlimpahan SDA itu belum dikelola secara baik.

Demikian disampaikan Direktur Bina Produktivitas Kemnaker  Muhammad Zuhri mewakili Direktur Jenderal Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono pada acara International Conference on Cold Chain and Logistics Management for Agri-food Products in Indonesia 4-5 April 2018, di Jakarta.


Turut hadir sejumlah narasumber Mitoyuki Hazu, Prof. Navam, Prof. Takayuki Mori dari Sekretariat

"The UN Food and Agriculture Organization memprediksi 1/3 dari hasil pertanian atau sekitar 1,3 miliar ton terbuang percuma akibat salah penanganan pasca panen. Secara ekonomi ini mengakibatkan kerugian cukup parah " ujar Direktur M. Zuhri.

Menurut Zuhri, tingkat pendapatan petani berkurang karena beberapa produk pertanian yang rusak tidak bisa dijual. Jumlah produksi pertanian juga berkurang yang sampai ke konsumen.

"Belum lagi hal-hal penyebab kerusakan yang signifikan bagi lingkungan dan SDA, " kata Zuhri.

Berdasarkan hasil pengukuran produktivitas Direktorat Bina Produktivitas Kemnaker hasil kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), terungkap tingkat produktivitas kategori lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan (kategori A) sudah cukup membaik.

Produktivitas sektoral Indonesia pada tahun 2016, mengalami peningkatan di sembilan kategori lapangan usaha. Termasuk kategori lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang tumbuh poaitif sekitar 3,19 persen pada tahun 2015 dan 2016.

"Peningkatan produktivitas kategori lapangan usaha ini merupakan dampak positif dari perbaikan regulasi dan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, perbaikan infrastruktur sektor pertanian, penyimpanan, cooling dan marketing hasil-hasil pertanian, " katànya.

Perbaikan-perbaikan tersebut lanjut Zuhri perlu terus dilakukan baik perbaikan peningkatan kualitas SDM Pertanian, pemanfaatan teknologi dan perbaikan manajemen pengelolaan hasil-hasil pertanian.

"Termasuk inovasi terus-menerus untuk diterapkan di dunia pertanian, " ujarnya.

Zuhri menambahkan inovasi merupakan salah satu faktor paling penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa.

Keseluruhan faktor utama yang dianggap mempengaruhi peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa harus digerakkan oleh semua pihak dan harus dipercepat upaya peningkatannya agar tidak tertinggal jauh dengan tingkat produktivitas dan daya saing bangsa lain. Apalagi di era industri saat ini.

"Terus-menerus memperbaiki, berinovasi menjadi lebih baik dari sebelumnya, itulah hakikat produktivitas," ujarnya.

Rektor Universitas Trilogi Aam Bastaman menilai efektifitas dan efisiensi perlu ditingkatkan karena sangat berpengaruh pada harga produk pertanian yang juga menjadi mahal. Akibatnya harga-harga produk pertanian tersebut menjadi tidak kompetitif.

Menurut Aam, selain infrastruktur masih proses berkembang, manajemen logistik dan komponen lainnya juga mempengaruhi harga logistik sehingga perlu diperbaiki.

"Cold chain dan supply chain produk pertanian logistik manajemen sudah mulai ada perbaikan, meskipun masih diperlukan infrastruktur pendukung lainnya, " katanya.

Aam berpendapat jika melihat besarnya ksenjangane antara kebutuhan dan daya tampung cold storage, jelas menunjukkan Indonesia bisa menjadi pusat industri cold chain. Karenanya, Universitas Trilogi memandang perlu tindakan lebih serius untuk menggarap agar harapan masyarakat terciptanya proses "farm farm to table" itu terpenuhi.

"Apakah dari sisi kesegaran produknya, maupun keamanan pangannya. Pemenuhan itu bukan hanya untuk masyarakat Indonesia tetapi juga untuk kebutuhan masyarakat secara global, " ujarnya. [dzk]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya