Berita

Beras untuk warga Gaza/Istimewa

Nusantara

1.175 Ton Beras Dari Indonesia Bantu Warga Gaza Sepekan Terakhir

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 07:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejak sepekan terakhir, setiap harinya, gerbang perbatasan Kerem Shalom yang membatasi Gaza dan Israel, dilalui oleh konvoi truk logistik berupa karung beras dari Indonesia.

Ribuan karung beras tersebut memiliki tanda berupa merah-putih yang merupakan warna bendera Indonesia, serta berkibar bendera Indonesia di truk pengangkut beras.

Beras-beras tersebut memang berasal dari Indonesia yang sengaja dikirim sebagai bentuk bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.


Ribuan ton beras itu diberangkatkan dari Indonesia pada 21 Februari 2018 lalu. Perjalanan bantuan beras dengan tajuk Kapal kemanusiaan Palestina secara bertahap telah melewati berbagai fase perjalanan.

Bambang Triyono, selaku Direktur Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) memaparkan, perjalanan Kapal Kemanusiaan Palestina pernah "terpaksa" harus berlabuh di Pelabuhan Ashdod di Israel, untuk membongkar muatan. Karena hanya Ashdod satu-satunya gerbang laut membawa masuk bantuan sampai ke Gaza, Palestina.

Dalam satu hari, setidaknya ada empat hingga belasan truk yang masuk ke Gaza membawa bantuan beras dari Indonesia. Total itu setara dengan 100 sampai 400 ton beras.

Secara total, sudah ada 1.175 ton dari total 2.000 ton beras masuk ke Gaza

"Dalam satu hari, Alhamdulillah kami bisa membawa masuk ke Gaza 4 hingga belasan truk, atau setara dengan 100 sampai 400 ton beras. Bendera Merah Putih dan Palestina berkibar di atas truk sebuah kebanggaan untuk kami, bahwa Indonesia dekat sekali dengan Palestina," kata Mohammad Najjar, perwakilan mitra ACT di Gaza seperti keterangan yang diterima redaksi (Jumat, 6/4). [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya