Berita

Sukmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Pengamat: Beri Kesempatan Mbak Sukma Untuk Klarifikasi

SELASA, 03 APRIL 2018 | 12:30 WIB | LAPORAN:

. Tidak sedikit yang geram dengan puisi "Ibu Indonesia" yang dibacakan oleh Putri Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri. Dalam puisi itu, Sukmawati seakan menyudutkan syariat Islam, cadar dan juga suara azan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, sudah saatnya Sukmawati memberikan klarifikasi terhadap puisi yang dianggap pedas bagi umat Islam tersebut.

"Ini saya rasa Mba Sukma harus menjelaskan, sebelum kita berkomentar lebih jauh. Sehingga tidak menjadi debat yang kosong," kata Hendri kepada redaksi, Selasa (3/4).


Baca: Puisi Sukmawati Sudutkan Syariat Islam, Cadar dan Adzan

Menurutnya, puisi merupakan sebuah karya sastra yang memiliki nilai dan tujuan tertentu. Sehingga sebagai seorang yang menulis dan membacakan puisi tersebut, Sukma harus memperjelas maksud dari puisi tersebut.

"Jadi marilah kita membiasakan diri hidup kembali sebagai bangsa Indonesia yang memang sangat tepo seliro, jadi jangan kemudian apa-apa lapor, kita berikan kesempatan pada Mba Sukma untuk menjelaskan ke masyarakat," terangnya.

Setelah memberikan penjelasan, menurut Hendri, ada baiknya Sukmawati meminta maaf kepada mereka yang merasa tersinggung dengan karyanya itu.

"Ya sudah sepantasnya juga dan tidak ada masalah untuk minta maaf kepada yang merasa tersinggung terutama umat Islam, bukan hanya netizen, tetapi di kalangan masyarakat yang tidak terpapar di dunia maya," tutupnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya