Berita

Arief Budiman/Net

Wawancara

WAWANCARA

Arief Budiman: KPU Akan Melakukan Pencegahan Supaya Tak Terulang Lagi Di Pileg Dan Pilpres 2019

SELASA, 03 APRIL 2018 | 10:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KPU yang kali pertama mel­ontarkan kemungkinan untuk memasukkan klausal pelarangan bagi bekas narapidana korupsi nyaleg di Pemilu 2019. Klausal pelarangan itu akan dituangkan dalam Peraturan KPU. Bekas anggota KPU Hadar Nafis Gumay 'menantang' KPU untuk menjalankanwacana tersebut. Bagaimana KPU menyikap­inya? Dan saat ini sudah sampai mana pembahasan terkait klausal tersebut? Berikut pemaparan Ketua KPU, Arief Budiman.

Bagaimana pembahasan rencana pelarangan bagi be­kas narapidana yang ingin maju di Pileg 2019?
Ini masih draf yang masih akan ditinjau dalam dua hal. Pertama melalui uji publik. Yang kedua konsultasi dengan pemerintah dan DPR. Nanti kami lihat hasil uji publik dan konsultasinya seperti apa. Kalau disepakati bersama ya akan kami gunakan. Dalam pilkada saja masih ada calon yang ditetapkan sebagai tersangka. Maka dari itu larangan ini penting sebagai bentuk pencegahan di Pileg dan Pilpres 2019.

Jadi rencana peraturan ini dibuat lantaran berkaca ke­pada calon kepala daerah yang ditetapkan tersangka?

Jadi rencana peraturan ini dibuat lantaran berkaca ke­pada calon kepala daerah yang ditetapkan tersangka?
Faktanya memang beberapa orang ditetapkan sebagai ter­sangka. Jangan digeneralisir, banyak orang tersangka, jadi ka­lau diprosentase angkanya kecil sekali, mungkin hanya 1 persen. Namun, kejadian ini membuat KPU memandang ada hal yang bisa dilakukan sebagai bagian dari pencegahan terjadinya hal seperti ini, agar tak terulang kembali.

Upaya lain yang tengah direncanakan KPU untuk mencegah hal ini?

Kami akan menambahkan beberapa poin yang biasanya disyaratkan kepada calon kepala daerah. Antara lain adanya kewajiban bagi calon anggota legislatif, yakni calon ang­gota DPR, DPRD provinsi kabupaten/kota, hingga DPD untuk melampirkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. Sebab, sebelumnya ketentuan ini hanya di pilkada, maka sekarang kami upayakan untuk semuanya.

Kapan penyerahan Laporan Hasil Kekayaan dari calon legislatif ke KPU?
Ya pada saat mendaftar seba­gai peserta Pemilu 2019.

Aturan ini bertujuan untuk apa?

Supaya mencegah potensi tindakan yang menjurus kepada korupsi yang dilakukan oleh bakal caleg. Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara bagi bakal caleg penting untuk men­gantisipasi banyaknya calon pejabat publik yang menjadi tersangka korupsi.

Akan tetapi kabarnya draf rencana ini baru akan dibawa KPU ke DPR?
Ya, kami akan usulkan em­pat topik dalam rapat dengar pendapat bersama DPR. Yaitu kampanye, dana kampanye, pen­calonan legislatif, dan pencalo­nan pilpres. Mudah-mudahan semuanya ikut dibahas juga.

Apakah rencana ini seolah memberikan pesan tersirat agar partai politik hati-hati memilih bakal calegnya?
Memang ini yang selalu kami tekankan. Kami meminta se­muanya agar bisa mawas diri mencalonkan maupun yang di­calonkan.

Kapan pembukaan pendaft­aran calon legislatif 2019?
Pendaftaran caleg Pemilu 2019 dimulai pada Juli menda­tang. Selanjutnya, pendaftaran capres-cawapres dilakukan pada Agustus.

Kalau penetapan pengesah­annya kapan?
Penetapan caleg dan capres serta cawapres sama-sama di­lakukan pada 20 September. Sementara kampanye untuk caleg dan capres juga dilaksana­kan serentak pada 23 September 2018. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya