Berita

Antartika/Net

Dunia

Peneliti: Pencairan Bawah Es Antartika Semakin Mengkhawatirkan

SELASA, 03 APRIL 2018 | 09:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pencairan bawah air yang tersembunyi di Antartika mengalami peningkatan siginifikan setiap 20 tahun sekali.

Hal itu mengkhawatirkan dan diperkirakan dapat segera mengambil alih Greenland untuk menjadi sumber kenaikan permukaan air laut terbesar.

Menurut peta bawah laut lengkap pertama dari badan es terbesar di dunia, seperti dimuat The Guardian, pemanasan air telah menyebabkan pangkalan es di dekat dasar lautan di sekitar kutub selatan menyusut 1.463 kilometer persegi antara 2010 dan 2016. Luas itu sama dengan wilayah seluas London Raya.


Menurut studi baru yang diterbitkan di Nature Geoscience, penelitian oleh Pusat Pengamatan Kutub dan Pemodelan Kutub di Universitas Leeds di Inggris menunjukkan bahwa perubahan iklim mempengaruhi Antartika lebih dari yang diyakini sebelumnya dan cenderung mendorong proyeksi global kenaikan permukaan laut untuk direvisi ke atas.

Sampai saat ini, Antartika dianggap relatif stabil. Dilihat dari atas, luas daratan dan lautan es di ujung selatan tidak berubah secara dramatis seperti di utara jauh.

Namun studi baru menemukan bahwa bahkan sedikit peningkatan suhu telah cukup menyebabkan kehilangan lima meter setiap tahun dari tepi bawah lapisan es yang mungkin tidak tampak di permukaan, beberapa di antaranya lebih dari 2 km di bawah air.

"Apa yang terjadi adalah Antartika sedang mencair di pangkalannya. Kami tidak dapat melihatnya, karena itu terjadi di bawah permukaan laut," kata Profesor Andrew Shepherd, salah satu penulis makalah.

"Perubahan berarti bahwa segera kontribusi permukaan laut dari Antartika dapat melampaui itu dari Greenland," tambahnya.

Studi ini mengukur "garis landasan" Antartika, tepi paling bawah dari lapisan es di 16.000 km garis pantai. Ini dilakukan dengan menggunakan data elevasi dari CryoSat-2 Badan Antariksa Eropa dan menerapkan prinsip daya apung Archimedes, yang menghubungkan ketebalan es mengambang dengan ketinggian permukaannya. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya