Berita

Politik

Pemerintah Harus Hentikan Hubungan Diplomatik Dengan China!

SELASA, 03 APRIL 2018 | 00:15 WIB | LAPORAN:

Pemerintah didesak segera memutuskan hubungan diplomatik dengan China. Hal itu lantaran banyaknya intervensi regulasi dan hukum yang dilakukan Negeri Tirai Bambu itu kepada Indonesia.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak mengatakan, dari sekian banyak hal buruk dari China ke Indonesia, paling tidak ada tiga hal pokok yang harus segera menjadi pertimbangan Pemerintah untuk segera mengakhiri hubungan diplomatik dengan negara yang kini masih dipimpin presidennya bernama Xi Jinping itu.

"Geprindo mendesak pemerintah Indonesia menghentikan hubungan diplomatik dengan China. Hal itu terkait maraknya penyelundupan narkoba, bibit tanaman yang mengandung virus dan bakteri, serta penyelundupan tenaga kerja dari China,” jelas Bastian, di Jakarta, Senin (2/4).

Menurut dia, ketiga hal tersebut diperparah dengan intervensi hukum yang dilakukan China terhadap Indonesia. "Sangat jelas intervensi itu ketika kejadian penangkapan kapal Cina di Natuna,” ujarnya.

Menyoroti penyeludupan tenaga kerja kasar dari China ke Indonesia, Bastian menjelaskan, berdasarkan aturan perundang-undangan di Indonesia, yang boleh masuk itu adalah tenaga kerja hanya yang posisinya tidak bisa diisi oleh tenaga kerja lokal.

Faktanya, kata dia, hampir mayoritas tenaga kerja asing dari Cina yang masuk ke Tanah Air tidak memenuhi perizinan. “Lah yang masuk menyerbu Indonesia adalah tenaga-tenaga kerja kasar. Dan itu tidak ada ruangnya dalam kesepakatan dagang apapun,” tegas Bastian.

Serbuan tenaga kerja asing (TKA), khususnya asal China, membuat Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kelabakan.

Buktinya, lanjut Bastian, di akhir tahun 2016 lalu, Dirjen Imigrasi, Ronny Sompie mengungkapkan adanya persoalan diimigrasi dengan masuknya TKA dari China ke Indonesia secara ilegal. [sam]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya