Berita

Foto/Net

Politik

Demokrat: Safari Politik SBY-AHY Di Jatim Buat Lawan Gerah

SENIN, 02 APRIL 2018 | 18:57 WIB | LAPORAN:

DPP Partai Demokrat menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, safari politik SBY-AHY mirip jalan-jalan dan tidak berpengaruh secara politik sangat keliru.

Kadiv Advokasi dan Batuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjelaskan dampak dari safari politik SBY-AHY bisa membuat pihak lawan gerah.

Buktinya, sekarang pasangan Kofifah Emil yang diusung Demokrat meninggalkan cukup jauh elektabilitas lawan.


Menurut Ferdinand, pernyataan Whisnu merupakan bukti nyata bahwa PDIP tidak mampu menalar gaya berpolitik SBY-AHY.  PDIP juga tidak mampu menjangkau target yang dimainkan oleh Demokrat, SBY dan AHY dalam Pilkada Jatim.

"Sepertinya PDIP sedang kepanasan di Jatim dengan turunnya SBY dan AHY ke Jatim. Safari yang dibagi dalam dua rombongan ini memiliki tajuk masing-masing," ujar Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/4).

Lebih lanjut Ferdinand menjelasakan rombongan SBY dengan tanda pagar #SBYTourDeJatim sedang AHY dengan tanda pagar #AHYSambangJatim.

Kedua rombongan ini akan menyisir wilayah Jatim untuk memenangkan Pilkada dan menaikkan elektabilitas Demokrat secara umum. Inilah tampaknya yang membuat PDIP kepanasan dan merasa terpukul dengan turunnya SBY AHY.

"Jadi kalau PDIP bilang mirip jalan-jalan, kami jadi tertawa ternyata mereka tidak mampu menalar gaya berpolitik Demokrat," ujarnya.

Ferdinand menambahkan sebaiknya PDIP tidak usah mencampuri safari politik yang dilakukan oleh SBY-AHY jika nalar yang digunakan ternyata tidak mampu menjangkau apa yang dilakukan oleh Demokrat. Ia menyarankan agar PDIP diam dari pada mengeluarkan pernyataan yang membuat malu partai.

"Kita buktikan nanti di Jatim, siapa pemenangnya. Itu akan membuktikan apakah SBY AHY berdampak atau tidak.  Oh ya satu lagi, kapan Ibu Mega dan Ibu Puan turun kebawah meniru Demokrat?," demikian Ferdinand.  [nes]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya