Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Pernyataan Prabowo Elite Bodoh Dan Maling Memicu Kegaduhan

SENIN, 02 APRIL 2018 | 16:51 WIB | LAPORAN:

DPP Partai Persatuan Pembangunan menilai pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengenai banyak elite politik yang bodoh dan bermental maling adalah sensasi memicu kegaduhan.

Wakil Sekjen DPP PPP, Achmad Baidhowi mengatakan pernyataan tersebut harus dipertegas. Sebab, Prabowo sendiri bagian dari elite politik.

"Yang disampaikan Prabowo masih awang-awang, bodoh dan bermental maling itu siapa?" ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (2/4).


Lebih lanjut Baidowi menantang Prabowo untuk membuka siapa elite yang dimaksud. Kalaupun benar kelakuan elite politik di Indonesia seperti penilaian Prabowo, maka bisa diawasi.

"Sebut saja oknumnya baru clear. Ketika disebut oknumnya, ayo kita hajar rame-rame atau kita awasi bareng-bareng," jelasnya.

Baidowi menyatakan jika Prabowo belum mengklarifikasi siapa elite yang dimaksud, besar kemungkinan tudingan tersebut hanya bagian dari strategi politik jelang Pemilu Serentak 2019 untuk menaikkan elektabilitas Prabowo.

Sebab di beberapa hasil survei, elektabilitas Prabowo masih kalah dari Joko Widodo. Meskipun begitu Baidowi mewanti-wanti Prabowo tudingan tersebut bisa membuat kegaduhan.

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

"Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia," kata Prabowo, saat orasi di hadapan ribuan warga Depok, Minggu (1/4).

Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. "Saya elite tetapi sudah tobat," ucapnya. [nes]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya