Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Dunia

Pemerintah Relokasi Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Sebelum Musim Hujan

SENIN, 02 APRIL 2018 | 10:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Bangladesh mulai merelokasi 100.000 pengungsi Rohingya ke wilayah yang lebih aman sebelum musim hujan awal April ini

Relokasi dilakukan karena takut tanah longsor yang mematikan dan banjir di kamp-kamp padat terjadi ketika musim hujan datang.

PBB mengatakan ada ratusan ribu pengungsi Rohingya saat ini berada di tenggara Bangladesh. Banyak yang tinggal di gubuk di lereng bukit yang sangat rentan terhadap penyakit dan bencana di musim hujan.


Komisioner pengungsi Bangladesh Mohammad Abul Kalam mengatakan 100.000 pengungsi yang tinggal di daerah "prioritas" yang paling berisiko dari banjir dan tanah longsor akan dipindahkan sebelum bulan Juni.

"Kami telah memindahkan sekitar 10.000 pengungsi dari berbagai lokasi ke permukiman yang lebih aman," katanya kepada AFP.

Bangladesh telah mengalokasikan sekitar 14 km persegi lahan berhutan di Cox's Bazar untuk pengungsi Rohingya yang baru tiba untuk membangun tempat penampungan sederhana.

Namun Kalam mengatakan bahwa hutan itu ditebangi dengan laju empat lapangan sepak bola setiap hari.

Para pengungsi, yang menggunakan kayu bakar untuk memasak, dan telah menghancurkan 5.000 hektar hutan.

Perbukitan yang sebelumnya subur telah menjadi tandus, mengekspos lapisan atas tanah dan membuat mereka sangat rentan terhadap tanah longsor saat hujan lebat.

"Sekitar 200.000 orang rentan terhadap tanah longsor," katanya.

Musim lalu hujan lebat memicu tanah longsor di wilayah saluran, menewaskan 170 orang. Para ahli menyalahkan deforestasi karena memperburuk dampak longsoran lumpur. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya