Berita

Foto: Net

Politik

PPP Dorong Keppres 1 April Sebagai Hari Penyiaran

SENIN, 02 APRIL 2018 | 08:49 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi diminta segera menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) untuk menetapkan 1 April diperingati sebagai Hari Penyiaran.

Penetapan ini penting untuk eksistensi penyiaran dalam konteks pembangunan bangsa dan negara.  

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Arwani Thomafi dalam keterangannya, Senin (2/4).


Arwani mengatakan, peringatan hari penyiaran ini dapat dijadikan momentum penting untuk segera membereskan pembahasan RUU Penyiaran yang salah satunya terkait dengan memperkuat kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).  

KPI harus mampu didorong mendemokratisasikan frekuensi publik untuk kepentingan khalayak.  

Ia juga mendorong KPI untuk lebih tegas terhadap tayangan-tayangan yang berisi promosi LGBT,  pornografi,  bulying,  serta tayangan yang tidak memiliki nilai edukasi ke masyarakat.  Sikap tegas ini penting untuk memastikan tayangan di frekewensi publik mencerminkan nilai budaya,  agama dan Hukum.

KPI, lanjut dia, juga harus memastikan di tahun politik ini lembaga penyiaran harus dalam posisi netral dan mengikuti aturan sebagaimana ditetapkan penyelenggara pemilu.

"Lembaga penyiaran memiliki peran strategis untuk menciptakan suasana politik yang kondusif," tutup Arwani yang juga anggota Komisi I DPR.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya