Berita

Pramugari Cathay/Net

Dunia

Pramugari Cathay Pacific Diizinkan Kenakan Celana Dalam Bertugas

SABTU, 31 MARET 2018 | 09:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Awak kabin wanita di maskapai penerbangan Cathay Pacific memutuskan agar pramugari dapat memilih untuk memakai celana panjang atau rok sebagai seragam.

Langkah ini diambil setelah beberapa kru mengeluh bahwa memakai rok pendek membuat mereka merasa tidak nyaman, terutama ketika meletakkan tas di loker di atas kepala atau mengambil transportasi umum ke dan dari tempat kerja.

Tetapi perubahan tidak akan terjadi sampai Cathay menyegarkan kembali seragam stafnya. Dengan demikian, pilihan untuk mengenakan celana atau rok sebagai seragam akan memakan waktu hingga tiga tahun ke depan.


"Kami menyambut dan menghargai keputusan perusahaan untuk memberi kami pilihan dalam memilih seragam," kata Pauline Mak, wakil ketua Asosiasi Pejabat Penerbangan Hong Kong Dragon Airlines.

Aturan seragam hanya rok bagi pramugaro telah ada sejak maskapai ini didirikan pada tahun 1946.

Petugas penerbangan telah meminta desain ulang pakaian kerja mereka pada tahun 2014 dan mengatakan rok itu terlalu terbuka dan dapat memancing pelecehan seksual.

Mak mengatakan perubahan kebijakan "tidak hanya memberi kita satu opsi lagi, tetapi juga memberi kita perlindungan".

Maskapai penerbangan itu mengatakan seragam akan dievaluasi kembali untuk kru yang bekerja untuk kedua maskapai Cathay Pacific dan Cathay Dragon.

"Sama seperti kita mengakui penting untuk menyediakan pelanggan kami dengan lebih banyak pilihan, hal yang sama juga berlaku untuk rekan-rekan kami," kata juru bicara maskapai penerbangan tersebut seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya