Berita

Akun Twitter surat kabar tersebut/BBC

Dunia

Koran Ini Dipaksa Minta Maaf Karena Tawarkan Anggur Untuk Kisah Pelecehan

JUMAT, 30 MARET 2018 | 07:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah surat kabar Uganda dipaksa untuk meminta maaf setelah menawarkan perempuan kesempatan untuk memenangkan sebotol anggur sebagai imbalan atas kisah-kisah pelecehan yang mereka ungkapkan.

Surat kabar tersebut adalah The Daily Monitor, yang merupakan surat kabar terbesar di negara itu. Surat kabar tersebut menyerukan korban pelecehan seksual atau kekerasan berbasis gender untuk mencuitkan kisah mereka di Twitter.

Sebagai imbalannya, satu orang "beruntung" akan memenangkan sebotol anggur mewah.


Pos tersebut sangat tidak sensitif di negara di mana kekerasan domestik dan seksual merupakan masalah yang signifikan.

Menurut sebuah laporan pemerintah yang diterbitkan tahun lalu, lebih dari satu dari lima wanita berusia 15-49 tahun mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau seksual di Uganda.

Namun surat kabar itu mengatakan laporan terbaru menunjukkan jumlah yang jauh lebih tinggi, yakni 51% perempuan Uganda dilaporkan mengalami kekerasan fisik atau seksual dari pasangan intim dalam hidup mereka.

Kelompok hak-hak wanita Femme Forte mengecam koran itu karena menggambarkan pengalaman yang menyakitkan dalam kompetisi semacam itu.

"Orang-orang harus menceritakan kisah mereka karena mereka merasa nyaman untuk melakukannya dan bukan karena ada sebotol anggur yang harus dimenangkan," kata kelompok yang berbasis di Amerika Serikat itu.

"Kami memuji upaya Anda untuk menceritakan kisah tetapi memiliki keberatan di jalan kompetisi yang digunakan," tambahnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya