Berita

Politik

PAN Curiga Bank Dunia Dipaksa Bantah Hanafi Rais

JUMAT, 30 MARET 2018 | 04:33 WIB | LAPORAN:

Anggota Dewan Pembina PAN, Drajad Wibowo mengaku heran dengan bantahan yang disampaikan Bank Dunia atas pernyataan Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais tentang 74 persen tanah dikuasai 0,2 persen rakyat Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa data dari Bank Dunia itu diambil Hanafi dari artikel dari Komisi Nasional (Komnas) HAM pada tahun 2016. Dalam artikel itu, Komnas HAM menukil data World Bank tentang  74 persen tanah dikuasai 0,2 persen rakyat Indonesia.

"Itu saja sudah menjadi rujukan resmi disitu disebutkan berdasarkan data dari Bank Dunia, itu kutipan Komnas HAM," jelas Drajad ketika memberikan keterangan pers di Ruang Fraksi PAN, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3).


Dalam artikel itu, sambungnya, Komnas HAM juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah tentang masalah penguasaan lahan itu.

"Jadi Komnas HAM mengambil data itu untuk memberi rekomendasi agar negara untuk mengambil lahan untuk dibagikan kepada rakyat," paparnya.

Atas alasan itu, Drajad mengaku heran jika kemudian Bank Dunia memberikan bantahan saat data tersebut dikutip Hanafi Rais. Dia curiga ada pihak yang memaksa atau menyuruh Bank Dunia mengeluarkan bantahan.

"Kenapa terjadi pembiaran dan kenapa baru dibantah sekarang? Saya tidak tahu apakah ada yang nyuruh? Apakah ada yang maksa?" ujarnya.

Dalam membela ayahnya, Amien Rais, yang terlibat perselisihan dengan Menko Maritim Luhut tentang program bagi-bagi sertifikat Jokowi, Hanafi menyebut bahwa 74 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh segelintir orang. Dia mengutip data dari laporan Bank Dunia pada tahun 2015.

Namun demikian, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chaves menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerbitkan laporan seperti semacam itu.

"Bank Dunia tidak pernah menerbitkan laporan seperti itu. Sangat jelas saya katakan bahwa itu tidak benar," ujarnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya