Berita

Foto: Net

Dibantu Norwegia, Banyuwangi Libatkan Bumdes Kelola Sampah Laut

KAMIS, 29 MARET 2018 | 23:16 WIB | LAPORAN:

Kabupaten Banyuwangi dapat kucuran dana pengelolaan sampah laut dari Borealis, sebuah institusi asal Norwegia. Kalkulasi bantuan pengelolaan sampah ini mencapai Rp 2,3 miliar per tahun dan melibatkan badan usaha milik desa (Bumdes).

Program bernama STOP merupakan kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Banyuwangi, dan organisasi nonprofit dunia Systemiq.

"Kami antusias melaksanakan program di sini. Dan Banyuwangi adalah program pertama di Indonesia," ujar Perwakilan Borrealis, Andreas Gemes, Kamis (29/3).


Program Director Systemiq, Joi Danielson, mengatakan, pihaknya melakukan dua jenis pendampingan, yakni fisik dan non fisik. Systemiq menginvestasikan peralatan untuk mengefisienkan pengelolaan sampah.

"Kami tidak bangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Namun kami investasi peralatan untuk mengakselerasi TPST yang sudah ada. Peralatan itu seperti alat pengolahan sampah, moda pengangkutan sampah, dan conveyor," jelasnya.  

Pendampingan nonfisik dilakukan dalam bentuk strategi perubahan perilaku masyarakat dan lembaga pengelola sampah lewat pelatihan-pelatihan, sehingga lembaga masyarakat yang mengelola sampai bisa menjadi entitas bisnis mandiri.

Systemiq akan melibatkan aktif Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai pengelola sampah yang bakal didampingi selama dua tahun.

"Potensi pengelolaan sampah di Muncar Rp 2,3 miliar per tahun, bisa menjadi pemasukan buat desa," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan program dukungan Norwegia ini membantu mengakselerasi kebersihan kawasan Muncar.

“Ini selaras dengan target Presiden Jokowi yang ingin menurunkan sampah laut hingga 70 persen sampai 2025,” jelas Anas.

Menurut Anas, program ini bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan nelayan dan warga, sekaligus meningkatkan derajat lingkungannya.

"Bahkan bisa menjadi destinasi wisata alternatif ke depan," pungkas Anas. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya