Berita

Pekerja Migran Bermasalah di Yordania Dibekali Pelatihan Keterampilan Kerja

KAMIS, 29 MARET 2018 | 23:30 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang  berada di tempat penampungan sementara (shelter) di Amman, Yordania mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan kerja.

Pelatihan keterampilan kerja ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk berwirausaha mandiri saat pulang ke tanah air.

“Berbagai kegiatan pelatihan ketrampilan kerja dan pembinaan jasmani dan rohani diharapkan bermanfaat bagi para pekerja sekembalinya ke tanah air. Ini adalah salah satu wujud hadirnya negara dalam pelindungan  PMI di Yordania,"  kata Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Rabu (28/3).


Pelatihan keterampilan yang diberikan kepada PMI antara lain membuat produk makanan home industri, yaitu membuat kue, tahu, tempe, telur asin serta kerajinan tangan berupa menjahit, membuat anyaman, bunga-bunga kertas. Tak hanya itu, PMI pun diberikan pelatihan seni budaya dan tari tradisional Indonesia.

Salah satu hasil pembinaan yang dilakukan adalah latihan tari tradisional. Dalam acara “Indonesian Cultural & Education Night” di Hotel Le Grand, Amman (26/3), beberapa pekerja migran ikut menampilkan tari “Ondel-Ondel” asal Betawi.

“Saat menyaksikan PMI mampu menari tarian tradisional Indonesia dengan baik dengan penuh keriangan, merupakan kebahagiaan tersendiri,” tambah Dubes Andy.

Dikatakan Dubes Andy, akses untuk mendapatkan pelatihan di shelter Griya Singgah KBRI Amman sesuai kemampuan yang dimiliki adalah salah satu amanat yang dijamin oleh undang-undang, agar mereka bisa memperoleh kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Pemerintah terus memberikan pendampingan dan pembinaan ketrampilan bagi para PMI yang berada di tempat penampungan sambil menunggu penyelesaian masalah hak-hak ketenagakerjaannya yang dimediasi maupun diselesaiakan melalui pengadilan," kata Dubes Andy.

Penampungan Griya Singgah KBRI Amman, difungsikan untuk menampung para WNI/BHI yang sedang menghadapi masalah dilengkapi lebih dari 40 tempat tidur dan 100 loker. Saat ini terdapat 14 orang  PMI yang berada di Shelter TKI.

Sementara itu Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman, Suseno Hadi menambahkan  dari waktu ke waktu, jumlah penghuni penampungan KBRI Amman berfluktuasi, tergantung dari kasus-kasus yang ditangani.

“Kita berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus PMI agar dapat segera pulang ke tanah air. Namun secara keseluruhan jumlah penghuni shelter pun ikut menurun sejalan dengan telah dilakukannya moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sektor informal ke Timur Tengah di tahun 2015," katanya.

Untuk jumlah kasus PMI di Yordania sendiri dari waktu ke waktu berangsur berkurang secara drastis. Tahun 2016 terdapat sejumlah 418 kasus, namun di tahun 2017 jumlahnya turun lebih dari 50 persen tersisa sekitar 187 kasus.

“Menurunnya jumlah kasus PMI yang tertangani oleh KBRI bukan berarti tidak ada masalah lagi. Karena menurut data Menteri Perburuhan Yordania di tahun 2017 masih tercatat 2.300 PMI yang tergolong tidak mengikuti prosedur. Dengan demikian masih diperlukan upaya serius untuk menyelesaikan permasalahan ini." [dzk]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya