Berita

Foto/Net

Bisnis

Rakyat Kecewa Premium Langka, Negara Harus Hadir

Dalam 3 Bulan Harga Pertalite Naik 2 Kali
SELASA, 27 MARET 2018 | 11:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium mengalami kelangkaan pasca PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertalite. Pemerintah diharapkan tambah pasokan BBM beroktan 88 tersebut untuk mengantisipasi gejolak sosial.

Pertamina menaikkan harga Pertalite Rp 200 per liter, pada Sabtu (24/3). Dengan demikian, harga Pertalite sudah naik Rp 300 per liter sejak awal tahun. Kenaikan pertama dilakukan 20 Januari 2018 sebesar Rp 100 per liter. Kenaikan Pertalite disinyalir sebagai penyebab BBM Premium ludes seketika di berbagai wilayah.

Bekas Staf Khusus Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu ya­kin kelangkaan BBM Premium terkait dengan kenaikan harga Pertalite. Karena, masyarakat yang keberatan dengan kenaikan harga Pertalite kembali meng­gunakan Premium.


"Pada saat yang lain (BBMnon subsidi) naik, pasti Premium langka karena orang pindah ke Premium. Sementara jumlah pasokan Premium terbatas," kata Said di Jakarta, kemarin.

Said menyarankan pemerin­tah segera menambah pasokan premium sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya kepanikan di masyarakat. Banyak masyarakat tentu kecewa karena selama ini sudah diarahkan untuk beralih ke Pertalite, tetapi harganya dinaikkan.

"Pemerintah harus hadir. Pe­merintah perlu menugaskan Pertamina untuk menambah lagi Premium," tegasnya.

Dengan adanya kenaikan, maka kini disparitas harga antara Pertalite dengan Premium se­makin besar. Di DKI Jakarta misalnya, Pertalite dijual Rp 7.800 per liter atau lebih mahal Rp 1.250 per liter dari Premium yang dibanderol Rp 6.550 per liter.

Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai wajar kenaikan harga Pertalite karena harga minyak dunia naik. Harga Pertalite mengikuti mekanisme pasar.

Dia yakin kenaikan Pertalite tidak menyebabkan inflasi. "Jumlah konsumen Pertalite tidak begitu besar. Kendaraan angkutan tidak menggunakan Pertalite sehingga tidak me­nyebabkan tarif angkutan men­ingkat," ujar Fahmy.

Vice Presiden Coorporate Communication Pertamina Adi­atma Sardjito mengaku, pihaknya tidak khawatir masyarakat akan beralih menggunakan Premium. Menurutnya, saat ini para peng­guna Pertalite sudah paham bahwa kualitas Pertalite lebih baik dari Premium.

"Nggaklah. Teman-teman pengguna (Pertalite) juga sudah paham dengan spesifikasi mesin kan,"  katanya.

Adiatma mengklaim meski Pertalite naik Rp 200 per liter, harganya masih lebih murah dibanding bensin serupa yang dijual kompetitor. "Insya Allah aman-aman saja. Tetangga-tetangga sebelah juga jual, lebih mahal lagi," tegasnya.

Ad iatma menegaskan , pihaknya tidak mengurangi pasokan BBM jenis Premium. Untuk wilayah Jawa Jakarta, Jawa dan Bali (Jamali), Per­tamina tidak memiliki keharu­san untuk menjual Premium. Menurutnya, Sesuai Peraturan Presiden (Perpres), penugasan penyaluran BBM Premium ke­pada Pertamina untuk wilayah di luar Jamali.

"Penjualan Premium di Jawa dan Bali masuk ke jenis bahan bakar umum, sehingga porsi yang dipasarkan sesuai dengan target yang telah dipetakan oleh perusahaan," tegasnya.

Di Luar Jamali Kok Langka Juga

Kelangkaan BBM Premium sebenarnya tidak hanya terjadi di Jamali. Namun selama ini juga kerap terjadi di wilayah penugasan Pertamina. Aksi protes masyarakat terhadap ke­langkaan Premium pada awal bulan lalu terjadi di Jambi dan Lampung. Kemarin, aksi protes juga muncul di Medan, Sumatera Utara.

Puluhan mahasiswa Universi­tas Sumatera Utara (USU) berun­juk rasa di Bundaran Majestik, Medan. Mereka memprotes ke­naikan harga BBM Pertalite dan kelangkaan Premium. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya