Berita

Politik

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Syariah

SELASA, 27 MARET 2018 | 00:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia makin ke arah positif. Bahkan, perekonomian dan keuangan syariah disinyalir dapat menjadi lokomotif perekonomian Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail bahkan menilai ekonomi syariah layak jadi lokomotif perekonomian, apalagi saat ini banyak bisnis perbankan yang mulai melirik sistem ekonomi syariah.

"Banyak bank konvensional yang membuka pintu untuk sistem syariah, karena tidak akan rugi," kata Satori dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/3).


Hal senada juga diutarakan ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda. Kata dia, Indonesia yang memiliki penduduk muslim besar sangat berpotensi mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Hanya saja, ada sejumlah tantanan yang harus dihadapi dalam menerapkan ekonomi syariah, seperti perdagangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan pendorong perekonomian.

"Untuk itu, pemerintah harus bisa mengembangkan perbankan syariah terlebih dahulu, sebelum menggerakan perdagangan," tegasnya.

Nailul juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang ingin serius menggarap potensi ekonomi syariah. Setidaknya, kata dia, komitmen itu tercermin dari hasil Rapat Kerja Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berlangsung akhir pekan kemarin, yang salah satu keputusannya adalah mendaulat Kepala Staf Presiden, Jenderal (purn) Moeldoko sebagai Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat MES.

Dalam sambutan usai dilantik, Moeldoko menegaskan bahwa pemerintah serius menggarap potensi ekonomi syariah agar Indonesia tidak hanya sebagai konsumen maupun pangsa pasar industri bagi negara lain.

Moeldoko menjabarkan sebuah data bahwa penggunaan pembiayaan syariah mencapai 41,8 persen yang sebagian digunakan unuk konsumsi sedangkan pembiayaan modal kerja sebanyak 34,3 persen dan investasi sekitar 23,2 persen.

"Aset perbankan syariah pada sektor industri keuangan syariah mencapai Rp 435 triliun pada 2017 atau 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia," paparnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya