Berita

Foto: Puspen TNI

Pertahanan

33 Tentara Unifil Tinjau Area Operasi Indobatt Di Lebanon Selatan

SENIN, 26 MARET 2018 | 08:37 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 33 tentara dari unit satuan yang tergabung dalam wilayah Sektor Timur United Nations Interim Forces In Lebanon (Unifil) meninjau Area Operasi Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, Sabtu (24/3).

Kedatangan 33 tentara Unifil yang dipimpin oleh Letkol Fransisco Jose Paul Escalano (Battalion Spanyol/Spainbatt), Kolonel Santosh Kumar Tripathi (Battalion India/Indbatt), Letkol Narayan Bahadur Thapa (Battalion Nepal/Nepbatt) dan Mayor Bonis Vijovis (Kontingen Serbia), diterima langsung oleh Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto beserta perwira terkait di Kompi Alfa, UN Post 9-15.

Selanjutnya, rombongan dari empat negara tersebut menerima paparan singkat dari Kasiops Indobatt Kapten Inf F.X. Renoten tentang hal-hal yang menonjol dan tingkat kerawanan di wilayah Blue Line, yang membatasi negara Lebanon dan Israel.


Usai menerima paparan, puluhan tentara unit satuan sektor timur Unifilitu didampingi Dansatgas Indobatt meninjau hot spot Kompi Alfa lainnya, seperti Panorama Point, wilayah TP 36, Un Post 9-63 dan wilayah TP 35.

 
Selanjutnya, rombongan tentara Unifil menuju wilayah Kompi Charlie UN Post 9-2, untuk  menerima penjelasan singkat dari Danki ‘C’ Kapten Mar Taufiq Hidayat mengenai tugas dan tanggung jawab Kompi Charlie serta permasalahan yang dihadapi termasuk tingkat kerawanannya.

Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengatakan bahwa kunjungan  unit satuan Sektor Timur Unifil merupakan salah satu 'Familiarization Program'.

"Ini merupakan program dari Sektor Timur Unifil, dimana setiap negara saling mengunjungi daerah operasi masing-masing untuk lebih mengenal dan mengerti tingkat kerawanan Area of Responsibility (AoR) nya," ujarnya.

Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama di Markas Indobatt, Adchit Al-Qusyar, UN Posn 7-1.[wid]
 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya