Berita

Jaya Suprana

Samba

MINGGU, 25 MARET 2018 | 09:44 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SETIAP bangsa di dunia memiliki jenis musik merangkap gaya tari khas kebudayaan masing-masing. Jika Indonesia punya dangdut, Kuba punya salsa, Argentina punya tango maka Brasil punya samba.

BRASIL
Samba merupakan jenis musik dan gaya tari khas Brasil, berakar di Afrika dibawa melalui perdagangan budak Afrika Barat dan tradisi agama Afrika, khususnya Angola dan Kongo, melalui jenis samba de wheel ke kawasan timur laut Brasil. Meski kini hadir berbagai bentuk di Brasil, samba sebagai poros utama berasal dari Rio de Janeiro, bekas ibukota Brasil sebelum pindah ke kota baru di tengah hutan kawasan Amazon bernama Brasilia. Jika ingin lebih dekat mengenal  sukma samba sebagai karya seni musik dan seni tari Brasil penuh suasana dinamis riang gembira, silakan nonton film kartun berjudul RIO dengan para pemeran utama kakaktua biru yang tergolong satwa langka nyaris punah.

KARNAVAL

KARNAVAL
Kini samba diakui di seluruh dunia sebagai mahakarya kebudayaan Brasil tak terpisahkan dari karnaval Brasil. Dianggap sebagai satu di antara sekian banyak ekspresi budaya Brasil yang paling populer. Samba telah menjadi ikon identitas nasional Brasil yang dicatat sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO sejak tahun 2005. Carioca samba melekat pada kehidupan masyarakat Rio de Janeiro sebab setiap hari dimainkan dan ditarikan masyarakat Rio de Janeiro. Hari Nasional Samba dirayakan pada tanggal 2 Desember. Tanggal tersebut ditetapkan atas prakarsa Luis Monteiro da Costa untuk menghormati Ary Barroso yang menyusun "Na Baixa do Sapateiro" meski belum pernah ke Bahia. Maka 2 Desember menandai kunjungan pertama Ary Barroso ke Salvador. Awalnya, hari tersebut dirayakan hanya di Salvador, tetapi akhirnya berubah menjadi hari libur nasional Brasil.

KEBUDAYAAN
Samba bukan hanya menghadirkan berbagai jenis tarian seperti miudinho, coco, samba de roda, pernada namun juga budaya kuliner, pesta dengan busana baju linen, dan lukisan gaya naif karya Nelson Sargento, Guilherme de Brito, Heitor dos Prazeres. Artis komunitas termasuk pelukis, pematung, perancang, dan penata gaya, kreatif membuat pakaian, kostum karnaval, hiasan mobil, membuka sekolah samba. Ada juga tradisi samba ballroom di Brasil dengan banyak gaya. Samba de Gafieira adalah gaya yang lebih terkenal di Rio de Janeiro, di mana orang awam biasa pergi ke pesta gafieira sejak tahun 1930-an, dan di mana gerakan dan identitas tarian ini telah muncul, semakin berbeda dari Afrika, Eropa dan pengaruh Kuba. Samba modern yang muncul pada awal abad ke-20 terutama dalam birama 2/4 bervariasi dengan penggunaan yang sadar dari paduan suara dinyanyikan untuk irama batucada, dengan berbagai bait bait deklamatoris.

FAVELA
Secara tradisional, samba dimainkan dengan alat musik petik seperti cavaquinho dan berbagai jenis gitar dan berbagai instrumen perkusi seperti tamborim. Dipengaruhi oleh orkestra Amerika dalam mode sejak Perang Dunia II dan dampak budaya musik populer AS pasca perang, samba mulai menggunakan alat musik tiup seperti trombon, terompet, seruling, dan klarinet. Samba adalah gaya lokal di Brasil Tenggara dan Brasil Timur Laut, terutama di Rio de Janeiro, Sao Paulo, Salvador dan Recife. Sebagai musik nasional Brasil, samba melampaui wilayah. Namun sekolah samba, musisi samba dan organisasi karnaval tetap berpusat pada kinerja komunitas samba yang hadir di setiap wilayah. Berbagai gaya musik samba tampil di berbagai daerah misalnya di Brasil Selatan, Brasil Tengah-Barat, dan segenap pedesaan Brasil. Ada pula jenis musik country Brasil. Kawasan favela di Rio de Jainero merupakan pusat laboratorium pengembangan samba yang luar biasa produktif dan berpengaruh terhadap seni musik dan seni tari Brasil yang kini memiliki posisi terhormat di panggung musik dan tari dunia.[***]
 
*Penulis adalah pianis, komponis, pendiri Jaya Suprana School of Performing Arts.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya