Berita

Menteri Basuki/ Humas Kementerian PUPR

Advertorial

Menteri Basuki Kampanye Biopori Di Peringatan HAD 2018

SABTU, 24 MARET 2018 | 04:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Peringatan Hari Air Dunia (HAD) tahun 2018 merupakan momentum seluruh masyarakat dunia untuk bekerja sama sekaligus memelihara alam untuk keberlanjutan sumber daya air.

Begitu kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam memperingati HAD ke-26 di di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (23/3). Tema internasional HAD kali ini adalah "Nature for Water", yang kemudian diadaptasi menjadi "Lestarikan Alam Untuk Air" sebagai tema nasional di Indonesia.

"Peringatan HAD tidak hanya seremoni semata. Tahun ini puncak peringatan akan dipusatkan di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang yang tengah dilakukan revitalisasi. Hal ini sekaligus bagian sosialisasi pentingnya penyelamatan situ, danau, embung dan waduk," kata Menteri Basuki.


Acara peringatan HAD 2018 di Kampus PUPR dimulai sejak jam 07.00 WIB dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan sosialisasi cara pembuatan lubang biopori dan teknologi Penampung Air Hujan (PAH) kepada PNS dan calon PNS di lingkungan Kementerian PUPR.

Lubang biopori akan membuat air hujan cepat terserap ke dalam tanah. Lubang ini berbentuk silinder dengan kedalaman sekitar 80 hingga 100 cm dengan pipa paralon berdiameter 10 cm dan panjang 20 cm yang ditutup dengan saringan kawat. Paralon diisi sampah organik agar cacing tanah bisa berkembang dan membuat lubang yang akan membuat air hujan dapat meresap jauh ke dalam tanah. Biopori akan mengurangi aliran air permukaan (run off) sehingga mencegah terjadinya genangan dan banjir.

Dalam kesempatan itu Menteri Basuki menyerahkan alat untuk pembuatan biopori di komplek-komplek perumahan pegawai Kementerian PUPR.

Menteri Basuki juga mendapatkan penjelasan mengenai teknologi Penampung Air Hujan (PAH) inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dengan metode TRAP (Tampung, Resapkan, Alirkan dan Pelihara).

Pratama Tirza Mahasiswa UGM menjelaskan kepada Menteri Basuki bahwa air hujan dialirkan melalui talang masuk ke pipa saringan yang di dalamnya diisi bola-bola plastik dan busa yang biasa digunakan pada akuarium yang kemudian ditampung dalam tangki air.

"PAH sudah digunakan masyarakat untuk memanen hujan di daerah rawa Palembang, Sumsel namun belum menggunakan filter. Dengan adanya filter, kualitas air akan lebih baik. Teknologi ini akan kami gunakan di Kabupaten Asmat karena daerah rawa yang sulit air bersih," jelas Menteri Basuki.

Kementerian PUPR juga tengah membangun sistem drainase, fasilitas ground water tank yang akan menyimpan air hujan yang jatuh di semua kawasan Kampus Kementerian PUPR termasuk di atap semua gedung. Nantinya air yang berhasil di panen akan digunakan sebagai sumber air alternatif kolam sanitasi, water cooling tower dan air bilas toilet. 

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Sekretaris Jenderal PUPR Anita Firmanti, Inspektur Jenderal PUPR Rildo A. Anwar, Dirjen Sumber Daya Air PUPR Imam Santoso, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Bina Konstruksi Syarief Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi A.H, Dirjen Pembiayaan Perumahan lana Winayanti, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, dan Kepala BPSDM Lolly Martina. [ian/***]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya