Berita

Foto/Net

Bisnis

Hore...Tarif Tol Bakal Turun

JUMAT, 23 MARET 2018 | 08:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Keluhan supir truk mengenai mahalnya tarif tol mendapat respons positif. Pemerintah berencana menurunkan tarif tol secepatnya. Sebagai kompensasi untuk operator, Kabinet Kerja akan memberikan insentif.

Presiden Jokowi, kemarin, menggelar rapat dengan kemen­terian dan perusahaan terkait membahas penurunan tarif jalan tol di Istana Negara, Jakarta. Mereka yang hadir antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Desi Aryani dan Direktur PT Astratel Nusan­tara Wiwiek D. Santoso.

Menteri Basuki mengungkap­kan, dalam pertemuan, Presiden menanyakan mekanisme perhi­tungan tarif tol. Sebab, selama ini Presiden sering mendengar keluhan dari para pengguna tol mengenai tarif yang dianggap terlalu mahal.


"Beliau meminta penurunan tarif. Kami (Kementerian PUPR) sebenarnya sudah siap. Kami su­dah menghitung dan mendengar­kan keluhan sopir truk logistik," ungkap Basuki.

Basuki menilai, jika melihat dari sisi inflasi, biaya konstruksi, pajak dan bunga bank, maka tarif tol sebenarnya wajar. Dia mema­parkan, selama empat dekade dari 1980 hingga 2000 ruas tol dari Jagorawi ke Palimanan Kanci tarifnya Rp 212 hingga Rp 416 per kilometer (km).

Sedangkan periode 2000 sampaai 2010 ini seperti Tol Ulujami dan Cipulang ini Rp 709 per km. Tahun 2011, tol Surabaya, Mojokerto, Bogor dan Bali, tarifnya Rp 900 sampai Rp 1.000 per km. "Nah, untuk tahun 2015 dan yang baru beroperasi hingga 2018, tarifnya Rp750- 1.500 per km. Ini yang dinilai kemahalan," paparnya.

Basuki mengaku sudah menghitung ulang agar tarif bisa turun. Berdasarkan hitungannya, tarif tol dapat turun hingga rata-rata Rp 325 per km.

Sebagai kompensasinya, lan­jut Basuki, pemerintah akan memberikan tiga insentif bagi investor atau operator tol. Per­tama, perpanjangan masa kons­esi hingga 15 tahun. Kedua, penyederhanaan golongan tarif kendaraan berat (truk), dan pemberian insentif pajak berupa tax holiday.

Basuki menjelaskan, saat ini investor rata-rata mendapat konsesi 35-40 tahun. Sehingga dengan penambahan 15 tahun, akan menjadi sekitar 50 tahun.

"Contohnya ini Ngawi-Ker­tosono, kalau yang biasa di­gunakan dengan biaya trayek dan kontruksi ini Rp 1.200 per km. Ngawi-Kertosono ini men­jadi basic harganya. Kita coba penambahan masa konsesi ini 15 tahun, artinya jadi 50 tahun menjadi 1.000 per km (turun Rp 200 per km)," tuturnya.

Selain itu, kata Basuki, pe­merintah juga akan memberikan insentif pajak berupa tax holiday bagi investor yang membangun jalan tol di wilayah tertentu.

"Tadi menelepon Menkeu (Sri Mulyani) karena ada tax holiday. Investasi bidang perintis seperti di Tol Sumatera tidak ada yang mau, makanya perlu dikasih tax holiday," katanya.

Menteri Budi Karya Sumadi membantah penurunan tarif tol untuk kepentingan menghadapi mudik 2018. Menurutnya, ke­bijakan ini murni merespons keluhan pengguna jalan tol.

"Kami akan keluarkan aturan Permenhub untuk mendukung kemudahan dan penurunan tarif tol,"  kata Budi Karya.

Sambut Baik


Direktur Utama PT Jasa Mar­ga Tbk Desi Arryani menyatakan mendukung kebijakan pemerin­tah menurunkan tarif.

"Sebenarnya yang prinsip adalah Internal Rate of Return (IRR). Sepanjang tarif dikurangi, kemudian konsesi diperpanjang, nggak ada masalah," jelasnya.

Desi menilai, program ini baik untuk meningkatkan daya tahan nasional.

Sedangkan Direktur PT As­tratel Nusantara Wiwiek D. Santoso meminta kepastian hukum atas kontrak yang telah disepakati. "Kalau buat investor yang penting kepastian (hukum). Bagaimana kita masing-masing menghormati perjanjian yang sudah diperjanjikan sejak di awal," kata Wiwiek. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya