Berita

Ilustrasi Jaya Suprana/Amelia Fitriani

Jaya Suprana

Ojo Dumeh Membangun Masa Depan

JUMAT, 23 MARET 2018 | 06:53 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKUN Facebook Partai Gerindra mengunggah petilan video  Prabowo Subianto yang menyebut adanya prediksi bahwa Indonesia bisa bubar pada tahun 2030. Prabowo Subianto sudah beberapa kali bicara soal "Indonesia bubar 2030", semisal, ketika menghadiri peresmian dan bedah buku "Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo" pada 18 September 2017 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok.

Prediksi

Video sambutan Prabowo di acara tersebut diunggah di akun YouTube Gerindra TV. Prabowo memberi sambutan sekaligus memaparkan presentasi selama 39 menit. Pada awal sambutannya, Prabowo bicara tentang peran kampus untuk mengajarkan kebenaran.   

Sebelum memulai presentasi, Prabowo menunjukkan 3 buku yang dia bawa sebagai oleh-oleh untuk FEB UI. Buku pertama berjudul "Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’s Trap?", sedangkan buku kedua berjudul "War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft".  Dia lalu mengeluarkan buku ketiga, yaitu novel yang berjudul "Ghost Fleet".

Sebelum memulai presentasi, Prabowo menunjukkan 3 buku yang dia bawa sebagai oleh-oleh untuk FEB UI. Buku pertama berjudul "Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’s Trap?", sedangkan buku kedua berjudul "War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft".  Dia lalu mengeluarkan buku ketiga, yaitu novel yang berjudul "Ghost Fleet".

Prabowo lalu mengungkap isi novel tersebut meramal soal Indonesia pada 2030. "Ghost Fleet" berkisah perang antara China dan Amerika tahun 2030 sambil menyebutkan bahwa pada masa itu Indonesia sudah tidak ada lagi.

Demokrasi
Unggahan petilan video "Indonesia Bubar"pada masa menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 bak siraman bensin ke kobaran api yang sedang membara di panggung politik Indonesia. Dari kawasan seberang politik Gerindra langsung tampil hujan badai kritik terhadap prediksi Prabowo Subianto bahwa Indonesia bisa bubar pada tahun 2030.

Mulai dari Probowo terlalu pesimis, Prabowo tidak tahu apa yang dia bicarakan, Prabowo mencemooh kinerja kepemerintahan Jokowi, Prabowo tidak etis sampai Prabowo pengkhianat bangsa! Pada alam demokrasi, kritik adalah wajar akibat demokrasi memang memberikan kebebasan berpendapat bagi setiap warga. Maka sementara Prabowo menyebut Indonesia Bubar akibat bisa bubar di masa depan, Jokowi menyebut Indonesia Emas akibat bisa makin gilang-gemilang di masa depan.

Harapan

Saya pribadi tentu mengharapkan masa depan bangsa, negara dan rakyat yang saya cintai adalah bukan Indonesia Bubar tetapi Indonesia Emas. Namun terus terang saya tidak berani terkebur memastikan apa yang akan terjadi pada masa depan . Di atas harapan saya sebagai seorang insan manusia biasa yang jelas sama sekali tidak sempurna ini masih ada Kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Jelas bahwa harapan saya sama sekali tidak berarti apa pun dibandingkan dengan Kehendak Tuhan Yang Maha Kasih. Sama halnya dengan semula saya juga sama sekali tidak menduga apalagi mengharap bahwa sebuah negara supra adhi kuasa terdigdaya di planet bumi bernama Uni Sowyet bisa bubar. Namun atas Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, pada tahun 1991  Uni Sowyet mendadak sontak bubar alias musnah alias hilang lenyap dari permukaan planet bumi!

Ojo Dumeh
Saya pribadi menganggap kekuatiran Prabowo tentang Indonesia Bubar sebagai peringatan bagi diri saya untuk senantiasa bersikap OJO DUMEH yaitu jangan terkebur, jangan sombong, jangan arogan, jangan pongah, jangan lupa daratan, jangan mentang-mentang, jangan lalai, jangan lengah, jangan nggampangake dalam ikut berupaya membangun negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Bagi saya pribadi yang bukan anggota parpol Gerindra, sebenarnya Ketua Umum Gerindra sekedar berupaya mengajak kita semua untuk senantiasa OJO DUMEH demi sadar kenyataan pertarungan antar bangsa di panggung geopolitik dunia masa kini memang sarat beban kemelut deru dampur debu berlumur keringat, air mata dan darah , di mana kebetulan secara geopolitik, Indonesia justru berada tengah pusat pusaran kemelut pertarungan umat manusia dalam sengit memperebutkan enerji dan pangan. Maka bangsa, negara dan rakyat Indonesia hukumnya wajib untuk niscaya bersikap OJO DUMEH demi membela serta mempertahankan kedaulatan Tanah Air Udara Nusantara dari serangan angkara murka imperialisme ekonomi dan militer yang  dahsyat menggonjang-ganjing persada marcapada. MERDEKA ! [***]

Penulis adalah warga Indonesia cinta Indonesia

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya