Berita

Hafid Abbas/RMOL

Bisnis

Kondisi Agraria RI Kini Lebih Parah Dari Zaman Belanda

KAMIS, 22 MARET 2018 | 07:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Reformasi agraria menjadi bab yang tak kunjung usai selama berdirinya Republik Indonesia. Transformasi pemerintahan dari Belanda ke Indonesia ternyata menyisakan PR reformasi agraria yang kian hari semakin buruk kondisinya.

Menurut mantan anggota Komnas HAM periode 2012-2017, Prof Hafid Abbas, kendati sama-sama menindas, kondisi agraria zaman Belanda masih jauh lebih baik ketimbang sekarang.

"Di zaman Belanda sudah ada mapping kepemilikan tanah. Misalnya Belanda di daerah Menteng, orang Timur Asing di daerah Glodok dan pribumi itu di pinggiran Jakarta sampai ke Bekasi," ujarnya kepada wartawan.


Selain di Jakarta, daerah lain dengan pola mapping berdasarkan strata sosial seperti Makassar dan Samarinda. Kaum pribumi berdasarkan piramida politik etis berada pada urutan dasar setelah orang Belanda dan timur asing (Cina, Arab, India).

Kondisi saat ini, sambung Hafid, para pengembang bisa di mana saja mengambil tanah milik rakyat.

Ia mencatat ada 35 juta hektar lahan yang kini dikuasai oleh pengembang entah asing maupun pengusaha nasional. Dampaknya ketimpangan agraria semakin tinggi.

"Nanti anak cucu kita bisa-bisa terusir di tanah airnya sendiri," pungkasnya.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya