Berita

Tentara Kongo/Net

Dunia

13 Juta Orang Kongo Mengalami Krisis Kemanusiaan

SELASA, 20 MARET 2018 | 12:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dewan Keamanan PBB memperingatkan bahwa Republik Demokratik Kongo mengalami masalah kemanusiaan yang semakin buruk akibat konflik internal yang terjadi.

Under Secretary General PBB Mark Lowcock awal pekan ini mengatakan bahwa tak kurang dari 13 juta orang di DR Kongo terkena dampak konflik internal mencengkeram negara dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Lebih dari 4,6 juta anak-anak sangat kekurangan gizi, termasuk 2,2 juta menderita kekurangan gizi akut yang parah," kata Lowcock.


"Kami melihat epidemi yang menjamur termasuk wabah kolera terburuk dalam 15 tahun. Ada juga epidemi kekerasan seksual, sebagian besar tidak dilaporkan dan tidak tertangani, dan sebagian besar terhadap anak-anak," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera.

Pertempuran di negara Afrika tengah banyak terkait dengan suara yang lama tertunda untuk menggantikan Presiden Joseph Kabila.

Sementara pemilihan pada awalnya ditetapkan untuk November 2016, mereka didorong hingga Desember 2018. Tetapi komisi pemilu sejak itu mengatakan pemungutan suara mungkin tidak mungkin terjadi sampai April 2019.

Sementara itu, oposisi politik telah dibangun dan laporan yang dirilis oleh PBB mengatakan setidaknya 47 orang tewas dalam satu tahun terakhir dalam demonstrasi. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya