Berita

Setyo Novanto/Net

Politik

Setya Novanto Tidak Pernah Diberi Sanksi Dari MKD DPR

SENIN, 19 MARET 2018 | 15:40 WIB | LAPORAN:

Terdakwa korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik KTP-el, Setya Novanto alias Setnov mengatakan bahwa dirinya tak pernah mendapatkan sanksi etik dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Hal itu diungkapkannya saat sesi pertanyaan kepada salah satu saksi meringankan yang dihadirkan, Kepala Badan Keahlian DPR (BKD), Johnson Rajagukguk dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/3).

"Pada 2015 itu, pada peristiwa ‘papa minta saham’ itu, saat itu saya mengirimkan surat kepada Pak Johnson, setelah kami pertimbangkan dengan partai, maka saya mengundurkan diri. Dimana Pak Johnson yang langsung menerimanya pada waktu itu. Apakah betul?" tanya Setnov.


Johnson pun mengiyakan. Ia mengakui pernah menerima surat pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI dari Setnov.

"Betul. Baru saya ingat, memang saya yang bapak minta untuk membawa surat itu untuk ditandatangani, lalu bapak minta untuk menyampaikan surat pengunduran diri ke MKD," beber Johnson.

Setnov menekankan bahwa dirinya mengirimkan surat pengunduran diri itu beberapa saat sebelum MKD mengeluarkan putusan etik. Karena MKD sudah menerima surat pengunduran dirinya, maka sidang etik pun tak mengeluarkan keputusan apapun.

"Bahwa dengan pengiriman surat pengunduran diri itu, pada saat paripurna sehingga saya ditetapkan. Bahwa di situ saya tidak mempunyai keputusan dari MKD mengenai keputusan terhadap saya. Apakah betul atau tidak?" tanya Setnov lagi.

Johnson pun membenarkan yang ditanyakan Setnov.

"Iya (benar Setnov tak pernah diberi sanksi etik) karena sudah mengundurkan diri," ungkap Johnson. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya