Berita

Lazada/Net

Dunia

Alibaba Tanam Modal Tambahan 2 Miliar Dolar AS Di Lazada

SENIN, 19 MARET 2018 | 12:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa teknologi China Alibaba Group awal pekan ini (Senin, 19/3) mengumumkan bahwa pihaknya akan menginvestasikan dana tambahan 2 miliar dolar AS di Lazada. Peningkatan investasi ini dilakukan dua tahun setelah mengakuisisi saham pengendali di situs e-commerce berkantor pusat di Singapura itu.

Dalam keterangannya seperti dimuat Channel News Asia, CEO Maximilian Bittner juga akan turun dan digantikan oleh ketua sekarang Lucy Peng.

Langkah ini akan membawa total investasi Alibaba di platform belanja online menjadi 4 miliar dolar AS. Ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mempercepat pengembangan e-commerce di kawasan.


Pada 2016, perusahaan China mengakuisisi saham pengendali di Lazada seharga 1 miliar dolar AS. Tahun berikutnya, sahamnya naik menjadi 83 persen dengan suntikan dana 1 miliar dolar AS lainnya.

Sementara itu, Peng akan tetap sebagai ketua dan akan mengambil peran tambahan dari CEO. Dia adalah satu dari 18 pendiri dan mitra senior di Alibaba Group. Dia menggantikan Bittner, yang telah menjadi CEO sejak 2012 dan akan transit ke peran penasihat senior untuk membantu dalam transisi dan strategi pertumbuhan internasional masa depan.

"Dengan populasi muda, penetrasi seluler yang tinggi dan hanya 3 persen dari penjualan eceran kawasan yang saat ini dilakukan secara online, kami merasa sangat percaya diri untuk melipatgandakannya di Asia Tenggara," kata Peng.

"Lazada memiliki posisi yang baik untuk tahap pengembangan dan perdagangan yang memungkinkan Internet di wilayah ini," tambahnya.

Lazada diluncurkan pada tahun 2012 dan hadir di Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. September lalu, perusahaan itu mengumumkan akan menjual barang-barang pilihan dari pasar Taobao Alibaba di tiga pasar Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand dan Filipina. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya