Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Keluhkan Proyek Infrastruktur Dikuasai BUMN

37 Ribu Kontraktor Gulung Tikar
SENIN, 19 MARET 2018 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pembangunan infrastruk­tur yang digalakkan pemerintah menyisakan kisah pahit. Pengu­saha konstruksi swasta mengaku jarang dilibatkan dalam proyek-proyek besar. Jika terus berlan­jut, semakin banyak perusahaan konstruksi yang tumbang.

Wakil Ketua Umum I Gabun­gan Pelaksana Konstruksi Na­sional Indonesia (Gapensi) Ah­mad Hanafiah mengakui, banyak faktor yang menyebabkan kon­traktor swasta berguguran. Perta­ma, regulasi yang ada melahirkan 52 asosiasi serupa Gapensi.

"Kita harus meletakkan tutup­nya para kontraktor tidak pada satu masalah saja," ujarnya ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.


Faktor kedua, sejak diber­lakukannya sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sistem eCatalogue dan ePurchasing Lembaga Kebi­jakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ketiga, aturan main yang mewajibkan pelelangan terendah.

Keempat, kata dia, pembangu­nan infrastruktur yang digalak­kan pemerintahan Jokowi-JK sangat tinggi. Namun, sayang­nya peran kontraktor swasta sangat rendah. "Kalau tidak dili­batkan lagi, akan lebih banyak yang tumbang," cetusnya.

Karena itu, dia berharap, kerja sama operasi (KSO) jangan han­ya satu kelas. Gapensi meminta kerja sama bisa dilakukan kon­traktor besar dengan kontraktor yang memiliki satu tingkat di bawahnya. Kemudain, BUMN tidak boleh ikut dalam proyek di bawah Rp 100 miliar.

"Dua poin ini sudah kami usul­kan saat Rapimnas Januari lalu. Hal ini menurut kami sebuah upaya optimal dalam sebuah pembangunan," tuturnya.

Wakil Ketua Umum III Gap­ensi Bambang Rahmadi men­catat 37 ribu kontraktor swasta gulung tikar dalam tiga tahun terakhir. Data tersebut dilihat dari penurunan jumlah anggota Gapensi dari sekitar 80 ribu saat ini tinggal 43 ribu anggota.

"Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir turun drastis, karena enggak ada kerjaan, atau ada kerjaan lama-lama enggak dibayar akhirnya bangkrut juga. Itu fakta," katanya.

Bambang mengatakan, perusa­haan kontraktor swasta telah men­gantongi porsi 45 persen dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun pemerintah. Dari porsi tersebut didistribusikan kepada 140 ribu kontraktor. Porsi tersebut masih kecil dibandingkan dengan porsi BUMN karya yang menggenggam 55 persen proyek infrastruktur.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan In­dustri (Kadin) bidang Konstruk­si dan Infrastruktur Erwin Aksa juga mendorong agar swasta makin dilibatkan dalam proyek pembangunan infrastruktur yang sedang digarap pemerintah.

"Karena kita tahu bahwa proyek yang menjanjikan hari ini adalah proyek dari pemerintah. Karena proyek swasta sedang lesu, volume, dan tantangan impor atau tantangan persaingan dari luar," pungkasnya.

Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruk­tur sepanjang 2015-2019 sebe­sar Rp 4.769 triliun. Adapun Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN) dan Ang­garan Pendaptan dan Belanja Daerah (APBD) hanya mampu membiayai sebesar Rp 1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3 persen. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya