Berita

JFK/BBC

Dunia

Pidato JFK Di Hari Kematiannya Dirilis Ke Publik

SABTU, 17 MARET 2018 | 06:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rekaman suara Presiden Amerika Serikat ke-35, John F Kennedy (JFK) diperdengarkan ke publik untuk pertama kalinya pekan ini. Rekaman suara itu adalah pidato yang akan dia sampaikan pada hari dia dibunuh.

Diketahui bahwa Kennedy yang pada saat itu berusia 46 tahun, sedang dalam perjalanan ke Dallas Trade Mart untuk menangani Dewan Warga ketika dia ditembak dan dibunuh pada 22 November 1963.

Perusahaan Edinburgh CereProc menggunakan audio dan teks dari 831 pidatonya untuk menciptakan kembali kata-katanya sejak hari itu.


Perusahaan tersebut mampu mereproduksi 2.590 kata dari pidato sepanjang 20 menit tersebut.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu delapan minggu untuk menyampaikan pidato tersebut, di mana JFK membahas pendirian Amerika di dunia dan biaya untuk menjaga keamanannya.

Proyek untuk membuat rekaman tersebut ditugaskan oleh perusahaan Irlandia Rothco dan selesai bekerja sama dengan surat kabar The Times.

CereProc mengatakan bahwa mereka menganalisis rekaman ratusan pidato JFK dan membaginya menjadi "unit fonetis" yang lebih kecil untuk mereproduksi pidato berusia 55 tahun tersebut.

"Kami menggunakan teknik pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan hanya untuk mencoba dan mengetahui bagaimana dia memindahkan nada dan durasi suaranya melalui kalimatnya," kata Lead sound engineer Chris Pidcock mengatakan kepada program John Beattie dari Radio Scotland.

"Itu adalah bagian besar dari proyek ini karena kami tidak ingin intonasinya menjadi intonasi yang membosankan dan standar," jelasnya.

"Kami mengambil pidato dan materi yang ada dan kami memotongnya menjadi potongan-potongan kecil dan menjahitnya kembali menjadi sebuah pidato baru," sambungnya seperti dimuat BBC.

"JFK memiliki gaya berbicara yang benar-benar unik dan mendapatkan intonasinya benar adalah sesuatu yang harus kami luangkan waktu," tambahnya.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa teknologi tersebut akan digunakan di masa depan untuk membantu orang-orang yang kehilangan suara mereka melalui penyakit atau kecelakaan sehingga mereka dapat mempertahankan suara individu mereka sendiri. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya