Berita

Protes migran Afrika di Israel/BBC

Global

Deportasi Ribuan Migran Afrika Di Israel Ditangguhkan

JUMAT, 16 MARET 2018 | 13:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Israel menangguhkan rencana pemerintah yang kontroversial untuk mendeportasi puluhan ribu migran Afrika yang memasuki negara tersebut secara ilegal.

Pengadilan Israel memberikan waktu pada negara sampai 26 Maret untuk memberikan lebih banyak informasi mengenai rencana tersebut.

Dimuat BBC, pengadilan Israel mengeluarkan keputusannya pada hari Kamis (15/3), menyusul sebuah tantangan hukum oleh sekelompok migran dari Eritrea dan Sudan.


Pemerintah sekarang tidak dapat mendeportasi migran Afrika sampai pengadilan menerima informasi tambahan.

Otoritas Israel mengatakan saat ini ada lebih dari 40.000 migran Afrika di Israel. Mereka digambarkan sebagai "penyusup".

Sebagian besar dari mereka masuk dari Mesir beberapa tahun yang lalu, sebelum sebuah pagar baru dibangun di sepanjang perbatasan padang pasir.

Dalam aturan pemerintah Israel itu, hanya pemuda tunggal yang terpengaruh dengan ancaman deportasi, sedangkan ancaman itu tidak berlaku bagi anak-anak, perempuan, orang tua dari anak-anak yang di bawah umur dan korban perbudakan dan perdagangan manusia.

Sebelumnya pada Januari kemarin, para migran yang kebanyakan berasal dari Eritrea dan Sudan ditawarkan 3.500 dolar AS dan sebuah tiket pesawat untuk meninggalkan Israel secara sukarela pada akhir Maret.

Jika tidak, mereka menghadapi penahanan dan pengusiran berikutnya. Badan pengungsi PBB mengkritik rencana tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya