Berita

Jenderal Mulyono/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Mulyono: Kalaupun Tank Ditaruh Di Garasi, Kalau Tuhan Bilang Terguling, Ya Terguling

KAMIS, 15 MARET 2018 | 10:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dalam satu pekan ini setidaknya sudah terjadi dua kecela­kaan yang menimpa alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Pertama tank M113A1 milik TNI Angkatan Darat teng­gelam di Sungai Bogowonoto, Purworejo, Jawa Tengah pada Sabtu (10/3) lalu. Tank batalion Yonif 412/BES itu mengangkut 20 anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang sedang mengikuti kegiatan outbond.

Kemudian Senin (12/3) lalu, Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya teng­gelam di perairan Kepulauan Seribu. Kapal tersebut sedang mengangkut 65 personel Kodam Jaya yang akan berangkat ke Pulau Pramuka dalam rangka kegiatan bakti sosial. Lantas kenapa bisa kedua alutsista yang terbilang masih baru itu bisa mengalami hal yang naas? Lalu bagaimana nasib korban meninggal atas insiden tersebut? Berikut penjelasan lengkap Jenderal Mulyono Kepala Staf TNI Angkatan Darat;

Dalam sepekan terakhir terjadi dua kecelakaan yang dialami alutsista milik TNI AD, kenapa demikian?
Memang dalam sepekan ini ada dua alutsista kami yang mengalami kecelakaan. Namun itu semua bukan karena alutsista kami buruk, melainkan itu murni musibah. Tidak ada kaitannya dengan kualitas alutsista yang saat ini kami miliki. Meski begitu hal ini harus kami evalu­asi, kami jadikan pengalaman. Bukan kami jadikan suatu per­soalan berarti alatnya jelek.

Memang dalam sepekan ini ada dua alutsista kami yang mengalami kecelakaan. Namun itu semua bukan karena alutsista kami buruk, melainkan itu murni musibah. Tidak ada kaitannya dengan kualitas alutsista yang saat ini kami miliki. Meski begitu hal ini harus kami evalu­asi, kami jadikan pengalaman. Bukan kami jadikan suatu per­soalan berarti alatnya jelek.

Kalau perkembangan in­siden tank tergelincir yang me­newaskan dua orang beberapa hari lalu bagaimana?
Saat ini kami masih menunggu proses investigasi yang dilaku­kan tim di lapangan. Kami juga belum bisa memastikan kapan hasil investigasi bisa rampung dan dibagikan ke publik.

Tetapi publik menunggu ha­sil investigasinya, bagaimana itu?

Kita tidak usah mempersoal­kan waktunya, namun bagaima­na investigasi itu betul-betul kami lakukan dengan objektif sehingga evaluasinya juga tepat. Itu yang penting.

Lantas alutsista serupa ba­gaimana nasibnya, apakah akan tetap dioperasikan?
Oh tidak, kami akan melaku­kan penghentian operasi alutsista serupa sampai ada hasil inves­tigasi. Akan tetapi saya perlu yakinkan di sini, permasalahan­nya bukan pada kualitas dan perawatan alutsista yang kami miliki.

Kabarnya dua alutsista yang mengalami kecelakaan itu masih baru?

Iya kedua alat tersebut ter­bilang masih baru, kira-kira baru 2-3 tahun terakhir. Namun kami juga tak ingin gegabah mengatakan produk tersebut gagal. Ya itulah yang harus dicari kenapa matinya, hasil investigasi nanti. Jadi jangan mengatakan itu alat baru kenapa terguling. Namanya terguling, dia (tank) ditaruh di garasi, kalau Tuhan bilang terguling ya terguling. Ya, musibah tidak bisa kita persoalkan.

Lantas bagaimana nasib korban meninggal terkait insiden tank tenggelam be­berapa hari lalu?

Sudah, sudah diurus, sudah disantuni. Prajurit Pratu Randy haknya juga sudah kami beri­kan.

Soal lain. Badan Pengawas Pemilu baru-baru mengung­kap adanya dugaan keterli­batan oknum Aparatur Sipil Negara, TNI, dan Polri dalam pemenangan Pilkada Serentak 2018. Bagaimana tanggapan­nya?
Tunjukkan faktanya mana? Orangnya mana? Kapan? Di mana? Dan sebagainya. Jangan mengatakan TNI terlibat, tapi orangnya mana tidak tahu, ya sama saja bohong kalau begitu.

Artinya Anda keberatan dengan dugaan tersebut?
Kami akan mengkaji lebih lan­jut jika sudah menerima laporan dari Bawaslu yang dimaksud. Saat ini kami sudah melakukan segala upaya untuk menjamin netralitas dalam penyelengaraan Pilkada 2018.

Jika ditemukan ada pelang­garan, maka akan ditindak lewat aturan yang berlaku. Artinya ya­kinilah bahwa kami sudah beru­saha secara institusi memberikan arahan, memberikan koridor kepada para prajurit.  ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya