Berita

Jaya Suprana

Bergotong Royong Mencegah Terorisme

RABU, 14 MARET 2018 | 18:51 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius meminta pemerintah daerah berperan aktif di pencegahan terorisme. Untuk itu, BNPT telah membentuk  Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)  sebagai mitra strategis dalam upaya pencegahan terorisme di daerah. Tampaknya BNPT benar-benar menyadari bahwa upaya preventif sangat menentukan keberhasilan perjuangan menanggulangi terorisme di persada Nusantara tercinta ini.

Sinergi

Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme yang direpresentasikan dalam wadah FKPT, lanjut Suhardi, diharapkan juga menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk ikut berperan aktif. Terkait keterlibatan pemerintah daerah, Suhardi mengatakan, BNPT beberapa saat lalu sudah mengumpulkan 34 gubernur di Jakarta. Kepada para kepala daerah tersebut disampaikan pentingnya dibangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan terorisme. Sebagai contoh kasus Suhardi mengungkap catatan tiga mantan narapidana terorisme yang kembali beraksi, yaitu ledakan bom di Jalan Thamrin di Jakarta, Cicendo di Bandung, Jawa Barat, dan sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur. Minimnya kepedulian dan penerimaan masyarakat terhadap mantan narapidana terorisme dinilai menjadi pemicu ketiga kasus ledakan bom tersebut.


Juhanda

Sebagai contoh, Kepala BNPT berkisah nyata tentang nasib eks teroris Juhanda yang telah dipenjara serta sudah dideradikalisasi, tetapi setelah keluar penjara ternyata ditolak oleh keluarga dan dikucilkan oleh masyarakat lingkungannya . Juhanda menjadi marbot maka kembali didekati kelompoknya, maka kembalilah dia beraksi. Melalui FKPT, Kepala BNPT mengimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme, namun sebaliknya ikut membina mereka agar tidak kembali ke jalan sesat.

Nurani Pengampunan

Apa yang diutarakan oleh Kepala BNPT perlu cermat dan diperhatikan apabila tidak dikehendaki bahwa angkara murka terorisme terus menerus lanjut merusak ketenteraman kehidupan di persada Nusantara ini. Masyarakat wajib merubah sikap terhadap para mantan teroris yang telah masuk penjara dan telah menempuh pembinaan deradikalisasi secara maksimal. Masyarakat, terutama keluarga para teroris yang telah menjalani hukuman penjara dan ingin kembali untuk hidup bersama keluarga dan masyarakat lingkungan sebaiknya tidak memusuhi namun membina para mantan teroris agar tidak kambuh kembali melakukan angkara murka yang sudah disesali dan ditebus dengan menempuh hukuman penjara. Dengan menerima para terpidana teroris untuk kembali hidup bersama dengan keluarga dan masyarakat lingkungan masing-masing, berarti segenap pihak bergotong royong mencegah terorisme dalam mengejawantahkan nurani pengampunan sebagai ungkapan kasih-sayang terhadap sesama manusia  sesuai sila Kemanusiaan Adil dan Beradab.[***]

*Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya