Berita

Lewis Hamilton/Net

Olahraga

Lewis Ingin Red Bull Lebih "Melawan" Di 2018

Formula 1
SENIN, 12 MARET 2018 | 11:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Juara bertahan Formula 1, Lewis Hamilton, antusias me­nyambut persaingan yang diper­kirakan makin panas di musim 2018. Pembalap Mercedes itu juga menanti 'tantangan yang sebenarnya' dari Red Bull.

Gelar juara yang dimenangkan Hamilton musim lalu menjadi yang keempat untuknya seka­ligus memperpanjang rentetan juara Mercedes pada kategori konstruktor. Ferrari dan Red Bull yang menjadi pesaing terberat­nya masih sulit mengimbangi performa tim yang berjuluk The Silver Arrows tersebut.

Tes pramusim F1 di Catalunya menjadi panggung pemanas bagi persaingan ketiga tim menuju Grand Prix pertama musim 2018 yang akan digelar di Melbourne. Saat itu, Ferrari menjadi yang tercepat dengan pembalap anda­lannya, Sebastian Vettel.


Hamilton berharap akan lebih banyak tim yang bersaing ketat untuk gelar juara F1 208 nanti. Pembalap asal Inggris itu juga mengantisipasi Red Bull yang menurutnya akan bicara banyak dengan mobil barunya, RB14.

"Tentu, tujuannya kami ber­harap lebih banyak tim yang ber­juang untuk gelar juara. Saya kira ada suatu tahun dimana ada enam pemenang berbeda dalam enam balapan pertama, kurang lebih be­gitu. Itu bagus untuk persaingan," kata Hamilton kepada crash.

Hamilton berharap dengan lebih banyak kompetisi, akan lebih menarik untuk disaksikan fans Formula 1. Itu tercapai bila rivalitas di ajang ini ketat dan tidak ada tim yang terlalu dominan.

"Saya rasa Red Bull bisa jadi tantangan sebenarnya musim ini, mobilnya terlihat hebat dan saya belum tahu soal persiapan Ferrari, tetapi pastinya mereka hebat. Ini akan menjadi seru," sambungnya.

Hamilton menggunakan mobil baru W09 dari Mercedes untuk tes pramusim dan menjelang musim baru. Pembalap berusia 33 tahun itu meraih urutan ke­delapan pada hasil akhir tes pra­musim di Sircuit de Catalunya, Barcelona. ***

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya