Berita

Foto/Net

Bisnis

WSKT Mulai Tingkatkan Kualitas K3

Kecelakaan Proyek Tinggi
SENIN, 12 MARET 2018 | 08:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Keselamatan dalam bek­erja khususnya bidang kon­struksi adalah prioritas utama bagi perusahaan konstruksi. Makanya kualitas keamanan serta keselamatan kerja perlu dijaga dan ditingkatkan oleh perusahaan kontraktor.

Kualitas Kesehatan dan Kes­elamatan Kerja (K3) ditingkat­kan untuk menekan dan memi­nimalisir potensi kecelakaan kerja. Seperti yang dilakukan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang saat ini tengah membekali karyawannya dengan motivasi kerja serta kedisiplinan salah satunya melalui program pen­didikan dan pelatihan (diklat).

Kepala Divisi III PT Waskita Karya, Dono Parwoto mengakui K3 merupakan hal paling penting.


Berbagai kejadian kecelakaan kerja yang dialami perusahaan berkode saham WSKT ini nam­paknya telah menjadi bahan evaluasi penting.

Dono mengklaim perusahaan­nya lagi berupaya menguta­makan K3 dalam setiap aspek pekerjaan.

"Kita gelar diiklat karena kita ingin meningkatkan terus awareness kita kepada pegawai khususnya di Divisi III untuk meningkatkan K3 yakni kedisi­plinan, kesehatan dan keselama­tan kerja," terang dia.

Dono menegaskan perusa­haannya melakukan diklat un­tuk meningkatkan motivasi dan kedisiplinan dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Pelaksanaan Diklat ini dipe­runtukkan bagi Pegawai PT Waskita Karya (Persero) Tbk khususnya Divisi III selama se­pekan sejak Sabtu (10/3) hingga Jumat (16/3) pekan depan.

Kegiatan diklat tersebut diilak­sanakan setiap hari mulai pukul 07.00 wib hingga kegiatan selesai.

Menurut Dono, peserta Diklat sebanyak 56 orang ini terdiri dari seluruh Pegawai Pelaksana Kes­elamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Mutu (K3LM) Divisi III PT Waskita Karya.

Adapun materi yang disam­paikan meliputi Disiplin Ker­ja, Komitmen K3, Motivasi, Prosedur, Patuh Peraturan, dan Loyalitas.

Seluruh materi disampaikan oleh tim Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan materi khusus dari Kodam V Brawijaya Bela Negara Rindam.

Selain itu, ada juga materi peraturan hukum dan UU Ke­celakaan Kerja yang akan dis­ampaikan oleh pihak kepolisian. Hal itu untuk meningkatkan ke­waspadaan bagi pegawai pelak­sana saat berada di lapangan.

"Sanksi bila mereka melang­gar hal-hal yang seharusnya dilakukan. Kalau mereka itu paham diharapkan mereka lebih berhati-hati dalam menjalankan kerja," ucap Dono.

Dia menuturkan, ada beberapa faktor yang membuat kecelakaan kerja terjadi. Selain karena fak­tor kesalahan manusia (human error), ada juga faktor alam.

"Bisa saja karena desain, bisa karena kelalaian. Bisa karena mes­innya tidak standar atau alam misal­nya kondisi angin," cetus Dono.

Meski sebuah perusahaan kon­traktor dikejar target kelar, fak­tor keselamatan dan keamanan dalam bekerja tetap nomor satu. Lebih-lebih Waskita sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berdiri pada tahun 1961 sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam tujuh bulan terakhir PT Waskita men­catat rekor terbanyak menimbul­kan kecelakaan kerja.

Dari 14 kasus kecelakaan di sek­tor infrastruktur, enam di antaranya terjadi pada proyek yang dikerja­kan PT Waskita Karya.

Akui Sempat Lalaikan K3

Sebelumnya, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk M Choliq mengakui peningkatan nilai produksi atau nilai proyek yang diperoleh Waskita Karya menyebabkan perhatian terhadap aspek Kesehatan dan Keselama­tan Kerja ( K3) terabaikan.

Dia menyebut, peningkatan nilai proyek Waskita naik tajam dibandingkan tahun-tahun sebe­lumnya. Saat itu, nilai proyek yang diperoleh Waskita Karya dalam setahun sekitar Rp 10 triliun sampai Rp 15 triliun.

"Tapi 2017 kemarin produksin­ya sampai Rp 45 triliun sehingga dengan kenaikan ukuran produksi ini maka secara nalar harus dii­kuti manajemen K3 yang lebih canggih," jelas dia. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya