Berita

Foto: Istimewa

Politik

Politik Berkebudayaan Ada Di Tangan Perempuan

SABTU, 10 MARET 2018 | 07:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Perempuan Indonesia harus menunjukkan jati dirinya sebagai jalan peradaban politik dengan menampilkan watak politik yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, gotong royong, dan dedikasi untuk rakyat, bangsa dan negara.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat membuka Pendidikan Kader Khusus Perempuan Nasional (PKKPN) di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (9/3). Acara ini dilakukan sehari setelah peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret kemarin.

"Di tangan perempuanlah jalan politik yang berkebudayaan itu dapat diwujudkan. Sebab Perempuan adalah sumber kebudayaan," kata Hasto di hadapan 158 kader perempuan PDI Perjuangan peserta PKKPN seperti keterangan yang diterima redaksi akhir pekan ini.


Hasto mengatakan, pendidikan yang dilakukan PDI Perjuangan ini tidak hanya ditujukan kepada kader perempuan yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, tetapi secara umum untuk mempersiapkan mereka sebagai pemimpin untuk rakyat.

Namun khusus untuk para bakal caleg, kata Hasto, selain diberikan materi ideologi, kepemimpinan, pemahaman terhadap fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, juga akan dilakukan psikotes.

"Kami benar-benar menyiapkan pemimpin untuk rakyat. Dengan keterlibatan kaum perempuan di politik maka politik dalam keseharian akan hadir. Sebab politik juga menyentuh aspek yang sederhana seperti menata lingkungan agar bersih, asri dengan tanaman dan perawatan lingkungan yang baik," kata Hasto.

"Kami sangat khawatir, wajah politik hanya berorientasi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Sementara di akar rumput, hal-hal terkait dengan selokan yang penuh sampah, sanitasi yang tidak memadai, dan lingkungan yang semakin kotor adalah persoalan sehari hari. Hal-hal seperti itulah yang dijawab melalui politik," imbuhnya.

Secara khusus Hasto mencontohkan apa yang terjadi di Sumatera Barat dengan tradisi keislaman yang kuat, mampu melahirkan begitu banyak tokoh nasional dengan alam pikir kebangsaan seperti Dr Mohammad Hatta, Moh Yamin, Rohana Kudus, Syahrir, H. Agus Salim, A. Kagani, dan sebagainya.

"Hal itu tidak terlepas dari budaya matriarkat. Dalam ungkapan bijak kita mengenal surga di telapak kaki Ibu. Karena itulah di tengah berbagai persoalan terkait dengan wajah politik yang penuh dengan hoax, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk adu domba hanya karena kekuasaan, maka kehadiran perempuan dalam politik sangatlah penting," ujar Hasto.

"Di sinilah PDI Perjuangan menjawab tanggung jawabnya untuk memersiapkan perempuan Indonesia untuk menjadi pemimpin. Pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi hadirnya politik yang berkeadaban," sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan
Kesehatan, Perempuan dan Anak, Sri Rahayu, menambahkan lulusan PKKPN ini akan dididik dan digembleng bukan untuk sekadar untuk memenuhi kuota 30 persen Perempuan, namun membangun dan memberdayakan Perempuan mulai dari tataran ideologi dan juga soft skill.

"Sehingga ke depan diharapkan pada para kader perempuan ini mampu menjadi mata dan telinga partai yang melihat dan mendengar jeritan hati rakyat. Mampu tertawa dan menangis bersama rakyat," ujarnya.

Para politisi perempuan, kata Sri, harus mampu mengembangkan diri tidak semata-mata untuk kepentingan jangka pendek apalagi sekedar memenuhi kuota perempuan pada pemilu.

"Namun diharapkan para kader perempuan ini mampu menjadi kader partai yang juga siap ditempatkan di tingkat struktur partai," tandasnya. [mel]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya