Berita

Politik

Penghargaan DPR Untuk Sri Mulyani Melukai Rakyat

JUMAT, 09 MARET 2018 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Rencana pemberian penghargaan dari DPR kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai menteri perempuan yang dianggap berprestasi, dikritik.
Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni menilai keputusan parlemen salah besar dan harus dibatalkan.

"Dikaji dari perspektif apa pun Sri Mulyani tidak layak diganjar penghargaan oleh lembaga wakil rakyat. Lihat saja prestasinya, pertumbuhan ekonomi tidak beranjak dari 5 persen, utang menumpuk hingga Rp 4.636 triliun, dan yang terparah adalah terus ambruknya nilai tukar rupiah," kata Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (9/3).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah hampir menyentuh Rp 14.000. Tidak hanya terhadap dolar AS, kata Sya'roi, rupiah juga loyo terhadap mata uang kawasan seperti yen Jepang, yuan China, dolar Singapura dan Baht Thailand. Selain itu, katanya, kebijakan yang dibuat Sri Mulyani di Kabinet Kerja juga tidak pro terhadap rakyat kecil. Contohnya, Sri mencabut berbagai subsidi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah hampir menyentuh Rp 14.000. Tidak hanya terhadap dolar AS, kata Sya'roi, rupiah juga loyo terhadap mata uang kawasan seperti yen Jepang, yuan China, dolar Singapura dan Baht Thailand. Selain itu, katanya, kebijakan yang dibuat Sri Mulyani di Kabinet Kerja juga tidak pro terhadap rakyat kecil. Contohnya, Sri mencabut berbagai subsidi.

Dia mempertanyakan kengototan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang bersikeras memberikan penghargaan kepada Sri Mulyani. Mengingat banyak pihak yang sudah menyatakan penolakannya termasuk Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

"Mestinya penghargaan diberikan kepada perempuan Indonesia yang paling berjasa kepada rakyat yaitu yang telah terbukti berjuang untuk kepentingan rakyat. Maka, ibu-ibu dari Kendeng, Jawa Tengah, yang berhari-hari menyemen kakinya di depan Istana lebih berhak menerima penghargaan dari DPR daripada Sri Mulyani," papar Sya'roni.

"Bisa diputar ulang bagaimana ibu-ibu tersebut melakukan aksinya di depan Istana Negara menolak pembangunan pabrik semen di Pati Jawa Tengah. Di bawah terik matahari dan guyuran hujan tidak ada yang beranjak dari depan Istana. Bahkan, salah satu peserta aksi, Ibu Patmi, meninggal dunia. Mereka inilah yang layak mendapatkan penghargaan dari DPR, bukan Sri Mulyani," sambung dia.

Selain itu, keputusan pemberian penghargaan kepada Sri Mulyani belum melalui Rapat Paripurna. Itu artinya keputusan tersebut hanya kemauan sebagian pihak saja. Buktinya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dari Fraksi Partai Gerindra menolak pemberian penghargaan tersebut.

"Daripada menuai kontroversi di masyarakat, lebih baik penghargaan untuk Sri Mulyani dibatalkan saja. Bila DPR tetap ngotot itu artinya DPR telah melukai hati rakyat Indonesia," tukas dia.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya